Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi S1 Biologi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Biodiversitas Tropis

4620102249

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=2

P=0

ECTS=3.18

4

21 Juni 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Prof. Dr. Wisanti, M.S.




Prof. Dr. Wisanti, M.S.




SUNU KUNTJORO

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-5

Mampu mengkomunikasikan ide-ide ilmiah, baik secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan media komunikasi yang tepat sesuai sasaran

PLO-9

Mampu mendemonstrasikan pengetahuan dasar tentang biologi sel dan molekuler, biologi organisme, ekologi dan evolusi untuk menganalisis isu-isu biologi terkini secara bertanggungjawab

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mampu menjelaskan konsep, tingkat organisasi, pola distribusi, dan faktor-faktor yang memengaruhi biodiversitas tropis pada skala global dan regional.

PO - 2

Mampu menganalisis karakteristik, struktur, fungsi, dinamika ekosistem tropis, serta keterkaitannya dengan keanekaragaman flora dan fauna tropis.

PO - 3

Mampu mengevaluasi peran biodiversitas tropis bagi keberlanjutan global serta dampak berbagai ancaman terhadap biodiversitas berdasarkan kajian ilmiah.

PO - 4

Mampu menganalisis karakteristik, nilai penting, dan prioritas konservasi kawasan endemik, hotspot biodiversitas, dan wilayah megabiodiversitas Indonesia dalam perspektif biogeografi dan konservasi.

PO - 5

Mampu mengomunikasikan hasil investigasi biodiversitas lokal yang memuat aspek keanekaragaman hayati, nilai ekologis, konservasi, dan kearifan lokal melalui video ilmiah secara efektif.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-3PLO-5PLO-9
PO-1  
PO-2  
PO-3  
PO-4  
PO-5  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Biodiversitas Tropis membahas konsep, pola, dan proses keanekaragaman hayati tropis pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem, serta faktor-faktor ekologis, evolusioner, dan biogeografis yang memengaruhi distribusi biodiversitas di wilayah tropis. Kajian meliputi ekosistem tropis utama, keanekaragaman flora dan fauna, endemisme, hotspot biodiversitas, Indonesia sebagai negara megabiodiversitas, ancaman terhadap biodiversitas, konservasi, dan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan. Pembelajaran dilaksanakan melalui Project-Based Learning yang memungkinkan mahasiswa menginvestigasi biodiversitas lokal, mengintegrasikan data lapangan dengan kajian ilmiah, serta mengomunikasikan hasil analisis dalam bentuk video biodiversitas tropis lokal sebagai media literasi dan konservasi biodiversitas.

Pustaka

Utama :

  1. Sutarno. 2014. Biodiversitas Indonesia; penurunan dan upaya pengelolaan untuk menjamin kemandirian bangsa. Makalah. Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Universitas Indonesia. Jakarta
  2. WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia
  3. Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
  4. Myers N, Mittermeier RA, Mittermeier CG, da Fonseca GAB, Kent J. 2000. Biodiversity hotspots for conservation priorities. Nature 403: 853–858
  5. Myers N., 2003. Biodiversity Hotspots Revisited. BioScience 53 (10): 796-797
  6. Anonim. 1998. Biodiversity Hotspots and Major Tropical Wilderness Areas: Approaches to Setting Conservation Priorities. Conservation Biology 12 (3): 516–520.

Pendukung :

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Wisanti, M.S.

Prof. Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes.

Dr. H. Sunu Kuntjoro, S.Si., M.Si.

Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan elemen biodiversitas.
  2. Mahasiswa mampu membedakan tingkat biodiversitas pada level genetik, spesies, dan ekosistem.
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik dan signifikansi biodiversitas tropis dalam konteks global.
  1. Mengidentifikasi dan menjelaskan elemen biodiversitas (komposisi, struktur, fungsi).
  2. Memberikan contoh konkret masing-masing elemen biodiversitas dalam konteks ekosistem tropis.
  3. Menjelaskan perbedaan konseptual antara ketiga tingkat biodiversitas secara logis
  4. Memberikan minimal satu contoh nyata untuk setiap tingkat biodiversitas di wilayah tropis.
  5. Menguraikan karakteristik utama biodiversitas tropis (tinggi spesies richness, endemisme, kompleksitas ekosistem).
  6. Menjelaskan alasan ilmiah mengapa wilayah tropis memiliki biodiversitas tinggi.
  7. Mengaitkan biodiversitas tropis dengan peran ekologis global (stabilitas ekosistem, jasa ekosistem).
Kriteria:

Kuantitatif (C2 dan C3)


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Kuliah dan tanya jawab
[TM: 1x (2 x 50 menit)]

Materi: Pengertian dan nilai biodiversitas
Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.

Materi: Pengertian dan nilai biodiversitas
Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia
5%

2

Minggu ke 2

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pola distribusi biodiversitas pada skala global dan regional.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan gradien lintang (latitudinal gradient) dengan kekayaan spesies.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis faktor-faktor penyebab gradien biodiversitas berdasarkan berbagai hipotesis ekologis dan evolusioner.
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan pengaruh gradien ketinggian (altitudinal gradient) terhadap pola biodiversitas.
  1. Menjelaskan perubahan biodiversitas berdasarkan ketinggian tempat
  2. Mengaitkan variasi suhu, kelembapan, dan tekanan lingkungan dengan perubahan spesies.
  3. Memberikan contoh pola biodiversitas pada gunung tropis.
  4. Menyimpulkan perbedaan pola gradien lintang dan gradien ketinggian.
  5. Mengidentifikasi wilayah dengan biodiversitas tinggi dan rendah secara global.
  6. Menyajikan penjelasan berbasis peta/diagram distribusi biodiversitas.
  7. Menganalisis tren perubahan kekayaan spesies dari ekuator ke kutub.
  8. Menginterpretasikan data atau grafik sederhana tentang latitudinal gradient.
  9. Mengidentifikasi minimal 3–5 hipotesis (produktivitas, stabilitas iklim, heterogenitas habitat, waktu evolusi, interaksi biotik).
  10. Menyusun argumentasi berbasis literatur sederhana tentang faktor dominan biodiversitas tropis.
Kriteria:

Kuantitatif (C2, C3 dan C4)


Bentuk Penilaian :
Tes
Presentasi dan diskusi
Tugas 1: Perspektif global biodiversitas
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(4X60‘)]

Materi: Peran penting biodiversitas
Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia

Materi: Peran penting biodiversitas dan contoh
Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
5%

3

Minggu ke 3

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik utama ekosistem tropis.
  2. Mahasiswa mampu membandingkan struktur dan fungsi berbagai ekosistem tropis.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis kompleksitas interaksi biotik dan abiotik dalam ekosistem tropis.
  1. Mengidentifikasi ciri utama ekosistem tropis.
  2. Memberikan contoh lokasi nyata ekosistem tropis (Indonesia atau global).
  3. Menganalisis aliran energi dalam ekosistem tropis.
  4. Menjelaskan siklus materi (karbon, nitrogen) secara sederhana dalam ekosistem tropis.
  5. Mengidentifikasi bentuk interaksi (predasi, kompetisi, simbiosis) dalam ekosistem tropis.
  6. Menjelaskan konsep keseimbangan ekosistem tropis.
  7. Membandingkan tingkat biodiversitas antar ekosistem tropis.
  8. Menyimpulkan kontribusi ekosistem tropis terhadap biodiversitas global.
Kriteria:

Kuantitatif (C2 dan C4)


Bentuk Penilaian :
Tes
Kuliah dan penugasan
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2&2x(4X60‘)]

Materi: biodiversitas dari berbagai perspekstif
Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
5%

4

Minggu ke 4

  1. Mahasiswa mampu menganalisis pola adaptasi tumbuhan tropis terhadap kondisi lingkungan.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan stratifikasi vegetasi hutan tropis.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis peran kelompok tumbuhan utama dalam ekosistem tropis (Angiospermae, Pteridophyta, Bryophyta).
  4. Mahasiswa mampu menganalisis pentingnya tumbuhan endemik dan langka dalam konservasi biodiversitas tropis.
  1. Mengidentifikasi bentuk adaptasi morfologi, anatomi, dan fisiologi tumbuhan tropis.
  2. Memberikan contoh adaptasi khas tumbuhan hutan hujan, mangrove, dan savana.
  3. Menjelaskan hubungan adaptasi dengan kelangsungan hidup tumbuhan.
  4. Mengidentifikasi lapisan vegetasi (emergent, kanopi, understory, lantai hutan).
  5. Menghubungkan stratifikasi dengan distribusi cahaya dan kompetisi antar tumbuhan
  6. Menginterpretasikan diagram struktur hutan tropis.
  7. Memberikan contoh spesies atau famili yang umum dijumpai di wilayah tropis.
  8. Menjelaskan konsep endemisme dan kelangkaan pada tumbuhan.
  9. Menjelaskan implikasi konservasi terhadap tumbuhan endemik dan langka.
Kriteria:

Kuantitatif (C3 dan C4)


Bentuk Penilaian :
Tes
Kuliah, diskusi
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

Materi: Biodiversitas global
Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia
5%

5

Minggu ke 5

  1. Mahasiswa mampu menganalisis pola adaptasi fauna tropis terhadap lingkungan habitatnya.
  2. Mahasiswa mampu membedakan peran spesies kunci (keystone species), spesies payung (umbrella species), dan flagship species dalam ekosistem tropis.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara fauna dan habitat dalam menjaga keseimbangan ekosistem tropis.
  4. Mahasiswa mampu mengevaluasi peran fauna tropis dalam menjaga stabilitas dan fungsi ekosistem.
  1. Mengidentifikasi bentuk adaptasi morfologi, fisiologi, dan perilaku pada fauna tropis.
  2. Mengaitkan adaptasi fauna dengan kondisi habitat (hutan, mangrove, savana, perairan tropis)
  3. Menjelaskan hubungan adaptasi dengan keberlangsungan hidup dan niche ekologis.
  4. Mengklasifikasikan contoh spesies tropis ke dalam kategori yang sesuai.
  5. Menganalisis dampak ekologis hilangnya keystone species terhadap ekosistem.
  6. Menjelaskan peran spesies payung dan flagship dalam konservasi.
  7. Memberikan contoh kasus ketergantungan fauna terhadap habitat tertentu.
  8. Menjelaskan kontribusi fauna dalam proses ekologi (penyerbukan, dispersal, dekomposisi).
  9. Mengevaluasi peran fauna dalam menjaga keseimbangan ekosistem tropis.
  10. Mengaitkan keanekaragaman fauna dengan kesehatan ekosistem.
Kriteria:

Kuantitatif (C2 dan C4); test tulis


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi dan diskusi klasikal
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

Materi: Hostspot biodiversitas
Pustaka: Myers N., 2003. Biodiversity Hotspots Revisited. BioScience 53 (10): 796-797

Materi: Hostspot biodiversitas
Pustaka: Myers N, Mittermeier RA, Mittermeier CG, da Fonseca GAB, Kent J. 2000. Biodiversity hotspots for conservation priorities. Nature 403: 853–858
5%

6

Minggu ke 6

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan peran biodiversitas tropis dalam menjaga keseimbangan ekologis global.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis kontribusi biodiversitas tropis terhadap aspek ekonomi dan budaya.
  3. Mahasiswa mampu mengevaluasi kontribusi biodiversitas terhadap pencapaian SDGs.
  1. Mengidentifikasi peran hutan tropis dan ekosistem tropis lain dalam regulasi iklim global.
  2. Memberikan contoh hubungan biodiversitas tropis dengan stabilitas ekosistem dunia.
  3. Mengidentifikasi bentuk pemanfaatan biodiversitas tropis dalam ekonomi (pangan, obat, jasa ekosistem).
  4. Menjelaskan hubungan biodiversitas dengan budaya lokal dan kearifan tradisional.
  5. Menganalisis dampak pemanfaatan biodiversitas terhadap keberlanjutan.
  6. Menghubungkan biodiversitas dengan beberapa tujuan SDGs (misalnya SDG 13, 14, 15).
  7. Menilai dampak degradasi biodiversitas terhadap pencapaian SDGs.
  8. Mengevaluasi risiko penurunan biodiversitas terhadap sistem kehidupan global.
  9. Menyusun argumentasi ilmiah tentang urgensi konservasi biodiversitas tropis.
Kriteria:

Kuantitatif (C2 dan C4); Non test


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi dan diskusi klasikal
Tugas:
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

Materi: Megabiodiversitas
Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia
5%

7

Minggu ke 7

  1. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai bentuk utama ancaman terhadap biodiversitas tropis.
  2. Mahasiswa mampu mengevaluasi dampak ekologis dari degradasi biodiversitas tropis.
  3. Mahasiswa mampu mengevaluasi dampak perubahan iklim terhadap biodiversitas tropis.
  4. Mahasiswa mampu merumuskan alternatif strategi konservasi untuk mengatasi ancaman biodiversitas tropis.
  1. Mengidentifikasi bentuk ancaman utama (deforestasi, fragmentasi habitat, overeksploitasi, perubahan iklim, spesies invasif).
  2. Mengaitkan ancaman dengan penurunan biodiversitas.
  3. Memberikan contoh kasus nyata dari ekosistem tropis (terutama Indonesia).
  4. Mengevaluasi perubahan jaring-jaring makanan akibat gangguan biodiversitas.
  5. Menganalisis dampak fragmentasi habitat terhadap populasi spesies.
  6. Menjelaskan hubungan perubahan iklim dengan distribusi spesies.
  7. Mengaitkan perubahan iklim dengan risiko kepunahan spesies.
  8. Mengusulkan solusi berbasis ekologi untuk mitigasi ancaman biodiversitas.
Kriteria:

Kuantitatif (C3 dan C4); non test


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Presentasi dan diskusi klasikal
Tugas:
[TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

Materi: Biodiversitas Indonesia
Pustaka: Sutarno. 2014. Biodiversitas Indonesia; penurunan dan upaya pengelolaan untuk menjamin kemandirian bangsa. Makalah. Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Universitas Indonesia. Jakarta

Materi: wilayah tropis
Pustaka: Anonim. 1998. Biodiversity Hotspots and Major Tropical Wilderness Areas: Approaches to Setting Conservation Priorities. Conservation Biology 12 (3): 516–520.
5%

8

Minggu ke 8


      Bentuk Penilaian :
      Tes
      UJIAN TENGAH SEMESTER
      [TM: 2x(2X50‘)]

      5%

      9

      Minggu ke 9

      1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep endemisme dan hotspot biodiversitas dalam konteks biogeografi dan konservasi.
      2. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai bentuk dan tingkat endemisme pada flora dan fauna.
      3. Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik kawasan hotspot biodiversitas dan high-biodiversity wilderness areas sebagai prioritas konservasi global.
      4. Mahasiswa mampu mengevaluasi pentingnya kawasan endemik dan hotspot biodiversitas sebagai prioritas konservasi.
      1. Mendefinisikan endemisme dan hotspot biodiversitas secara tepat.
      2. Menjelaskan perbedaan antara wilayah kaya spesies dan hotspot biodiversitas.
      3. Mengidentifikasi karakteristik utama hotspot biodiversitas.
      4. Mengklasifikasikan jenis endemisme (endemik lokal, regional, pulau, dan lainnya) secara tepat.
      5. Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya endemisme.
      6. Menganalisis hubungan isolasi geografis dengan pembentukan spesies endemik.
      7. Memberikan contoh spesies endemik Indonesia dan menjelaskan alasan keendemikannya.
      8. Membedakan konsep hotspot biodiversitas dan high-biodiversity wilderness areas.
      9. Menjelaskan alasan ilmiah penetapan prioritas konservasi pada hotspot biodiversitas.
      10. Mengevaluasi konsekuensi ekologis apabila kawasan hotspot mengalami degradasi.
      Kriteria:

      Kuantitatif; test dan non test


      Bentuk Penilaian :
      Praktik / Unjuk Kerja
      Kuliah, diskusi kelompok
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: Biodiversitas Indonesia
      Pustaka: Sutarno. 2014. Biodiversitas Indonesia; penurunan dan upaya pengelolaan untuk menjamin kemandirian bangsa. Makalah. Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Universitas Indonesia. Jakarta
      5%

      10

      Minggu ke 10

      1. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia.
      2. Mahasiswa mampu menganalisis pola kekayaan spesies dan tingkat endemisme biodiversitas Indonesia.
      3. Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik kawasan biogeografi Sundaland dan Wallacea sebagai pusat biodiversitas Indonesia.
      4. Mahasiswa mampu mengevaluasi penyebab penurunan biodiversitas Indonesia beserta dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
      5. Mahasiswa mampu menentukan objek investigasi biodiversitas lokal berserta lokasinya sebagai dasar pengembangan proyek video.
      1. Mengidentifikasi faktor geografis, geologis, dan ekologis yang mendukung tingginya biodiversitas Indonesia.
      2. Menyajikan data pendukung mengenai kekayaan biodiversitas Indonesia.
      3. Menginterpretasikan data kekayaan spesies flora dan fauna Indonesia
      4. Membandingkan tingkat biodiversitas Indonesia dengan wilayah tropis lainnya.
      5. Mengidentifikasi flora dan fauna khas pada masing-masing kawasan
      6. Mengidentifikasi faktor penyebab penurunan biodiversitas di Indonesia.
      7. Menginterpretasikan contoh kasus kehilangan biodiversitas di Indonesia.
      8. Mengidentifikasi strategi utama pengelolaan biodiversitas Indonesia.
      9. Mahasiswa mampu menentukan obyek dan lokasi investigasi biodiversitas lokal sebagai dasar pengembangan proyek video.
      Kriteria:

      Kuantitatif (C3 & C4): non test: argumentasi kritis; proyek.


      Bentuk Penilaian :
      Praktik / Unjuk Kerja
      Presentasi dan diskusi klasikal
      Proyek: penentuan obyek dan lokasi biodiversitas lokal
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: hotspot biodiversitas di Indonesia
      Pustaka: Anonim. 1998. Biodiversity Hotspots and Major Tropical Wilderness Areas: Approaches to Setting Conservation Priorities. Conservation Biology 12 (3): 516–520.

      Materi: Hutan hujan tropis
      Pustaka: 7. Margono, B.A., Potapov, P.V., Turubanova, S., Stolle, F. and Hansen, C. M., 2014. Primary forest cover loss in Indonesia over 2000–2012. Nature Climate Change 4: 730-735.
      5%

      11

      Minggu ke 11

      1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep High-Biodiversity Wilderness Area dan karakteristiknya dalam konteks konservasi global.
      2. Mahasiswa mampu menganalisis sejarah biogeografi Pulau New Guinea sebagai dasar terbentuknya keanekaragaman hayati yang tinggi.
      3. Mahasiswa mampu menganalisis tingkat endemisme flora dan fauna Papua serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
      4. Mahasiswa mampu menganalisis kompleksitas ekosistem Papua dan kontribusinya terhadap biodiversitas global.
      5. Mahasiswa mampu mengevaluasi nilai strategis Papua dalam konservasi biodiversitas Indonesia dan dunia.
      6. Mahasiswa mampu menentukan tema dan objek investigasi biodiversitas lokal sebagai dasar pengembangan proyek video.
      1. Mengidentifikasi kriteria suatu kawasan dikategorikan sebagai High-Biodiversity Wilderness Area.
      2. Membedakan konsep High-Biodiversity Wilderness Area dengan hotspot biodiversitas.
      3. Menghubungkan sejarah biogeografi dengan pola distribusi flora dan fauna Papua.
      4. Menafsirkan hubungan antara evolusi dan endemisme di Papua.
      5. Menyajikan data atau informasi mengenai tingkat endemisme Papua secara tepat.
      6. Mengidentifikasi berbagai tipe ekosistem utama di Papua.
      7. Menganalisis kontribusi ekosistem Papua terhadap penyediaan jasa ekosistem global.
      8. Mengevaluasi ancaman terhadap biodiversitas Papua.
      9. Menilai urgensi upaya konservasi Papua berdasarkan bukti ilmiah.
      10. Menentukan tema investigasi biodiversitas lokal untuk proyek pengembangan video
      Kriteria:

      Kuantitatif (C4 & C5): gagasan/pendapat kritis


      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Presentasi tugas dan diskusi klasikal
      Proyek: tema investigasi video
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: Loss biodiversity
      Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
      5%

      12

      Minggu ke 12

      1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep kearifan lokal dan keterkaitannya dengan pelestarian biodiversitas.
      2. Mahasiswa mampu menganalisis kontribusi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengelolaan biodiversitas secara berkelanjutan.
      3. Mahasiswa mampu mengevaluasi relevansi kearifan lokal dalam menghadapi tantangan konservasi biodiversitas masa kini.
      4. Mahasiswa mampu menentukan rancangan awal investigasi biodiversitas lokal sebagai dasar pengembangan proyek video.
      1. Mengidentifikasi peran masyarakat adat dalam konservasi biodiversitas.
      2. Menganalisis praktik pengelolaan biodiversitas berbasis masyarakat.
      3. Menilai kontribusi kearifan lokal terhadap keberlanjutan biodiversitas.
      4. Menyusun argumentasi ilmiah mengenai pentingnya pelestarian pengetahuan lokal.
      5. Mengidentifikasi potensi biodiversitas lokal yang layak dijadikan objek proyek.
      6. Menentukan fokus kajian yang memuat aspek biodiversitas, nilai ekologis, konservasi, atau kearifan lokal.
      7. menentukan rancangan awal investigasi biodiversitas lokal sebagai dasar pengembangan proyek video.
      Kriteria:

      Kuantitatif; non test


      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Diskusi kelompok
      Proyek: tema video dan outline desain video
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: strategi keanekaragaman hayati
      Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia

      Materi: Biodiversitas
      Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
      5%

      13

      Minggu ke 13

      1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen biodiversitas lokal pada tingkat spesies, habitat, dan ekosistem di lingkungan sekitar.
      2. Mahasiswa mampu menganalisis nilai ekologis biodiversitas lokal berdasarkan hasil observasi lapangan dan sumber ilmiah yang relevan.
      3. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara biodiversitas lokal dan aktivitas manusia di lingkungan setempat.
      4. Mahasiswa mampu mengevaluasi potensi biodiversitas lokal sebagai sumber pembelajaran, konservasi, dan literasi biodiversitas.
      5. Mahasiswa mampu menyusun naskah ilmiah (storyline/storyboard) sebagai dasar pengembangan video biodiversitas lokal.
      1. Mendeskripsikan karakteristik habitat atau mikrohabitat yang diamati.
      2. Mendokumentasikan hasil pengamatan secara sistematis.
      3. Mengidentifikasi interaksi antarorganisme atau organisme dengan lingkungannya.
      4. Mengaitkan hasil observasi dengan konsep biodiversitas tropis yang telah dipelajari.
      5. Mengidentifikasi bentuk pemanfaatan biodiversitas oleh masyarakat.
      6. Mengidentifikasi potensi ancaman terhadap biodiversitas yang diamati.
      7. Menilai keunikan biodiversitas lokal yang ditemukan.
      8. Mengidentifikasi pesan konservasi yang dapat dikembangkan dari hasil investigasi.
      9. Menyusun storyboard atau skenario video secara sistematis.
      Kriteria:

      Kuantitatif; non test


      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Diskusi kelompok: proyek pengembangan video
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: strategi keanekaragaman hayati
      Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia

      Materi: Biodiversitas
      Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
      10%

      14

      Minggu ke 14

      1. Mahasiswa mampu mengorganisasi data hasil investigasi biodiversitas lokal sebagai bahan penyusunan video ilmiah.
      2. Mahasiswa mampu menyusun narasi ilmiah yang menggambarkan keunikan, nilai ekologis, dan aspek konservasi biodiversitas lokal.
      3. Mahasiswa mampu mengembangkan draf awal video biodiversitas lokal berdasarkan storyboard yang telah disusun.
      1. Memilih informasi yang relevan dengan tujuan video.
      2. Menyesuaikan data yang digunakan dengan pesan utama video.
      3. Menyusun narasi berdasarkan data hasil investigasi.
      4. Menyajikan hubungan antara biodiversitas lokal dan konsep biodiversitas tropis
      5. Mengimplementasikan storyboard ke dalam bentuk video.
      6. Mengintegrasikan teks, narasi, gambar, dan video secara harmonis.
      7. Menyelesaikan draf awal video sesuai target yang ditetapkan
      8. Berkolaborasi secara efektif dalam pengembangan proyek video biodiversitas lokal (berpartisipasi aktif, berkontribusi dan bertanggungjawab).
      Kriteria:

      Kuantitatif; non test


      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Tugas proyek: bimbingan, diskusi kelompok
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: strategi keanekaragaman hayati
      Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia

      Materi: Biodiversitas
      Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
      10%

      15

      Minggu ke 15

      1. Mahasiswa mampu mengorganisasi data hasil investigasi biodiversitas lokal sebagai bahan penyusunan video ilmiah.
      2. Mahasiswa mampu menyusun narasi ilmiah yang menggambarkan keunikan, nilai ekologis, dan aspek konservasi biodiversitas lokal.
      3. Mahasiswa mampu mengembangkan draf awal video biodiversitas lokal berdasarkan storyboard yang telah disusun.
      1. Memilih informasi yang relevan dengan tujuan video.
      2. Menyesuaikan data yang digunakan dengan pesan utama video.
      3. Menyusun narasi berdasarkan data hasil investigasi.
      4. Menyajikan hubungan antara biodiversitas lokal dan konsep biodiversitas tropis
      5. Mengimplementasikan storyboard ke dalam bentuk video.
      6. Mengintegrasikan teks, narasi, gambar, dan video secara harmonis.
      7. Menyelesaikan draf awal video sesuai target yang ditetapkan
      8. Berkolaborasi secara efektif dalam pengembangan proyek video biodiversitas lokal (berpartisipasi aktif, berkontribusi dan bertanggungjawab).
      Kriteria:

      Kuantitatif; non test


      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Tugas proyek: bimbingan, kerja kelompok
      [TM 2x(2x50 menit)]; [PT BM:2 2x(2X60‘)]

      Materi: strategi keanekaragaman hayati
      Pustaka: WALHI. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati. Terjemahan dari Global Biodiversity Strategy. Jakarta: Gramedia

      Materi: Biodiversitas
      Pustaka: Peyton B., Henry C., Scott R.W., Michael D.P., and Judith V.P., Biological Diversity for Secondary Education. Enviromental Education Module. Unesdoc. Unesco.
      10%

      16

      Minggu ke 16

      1. Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil investigasi biodiversitas lokal secara ilmiah dan sistematis melalui media video.
      2. Mahasiswa mampu mempertahankan argumentasi ilmiah berdasarkan data dan referensi yang digunakan dalam proyek.
      1. Menjelaskan temuan utama yang diperoleh dari investigasi biodiversitas lokal.
      2. Mengaitkan hasil investigasi dengan konsep biodiversitas tropis yang telah dipelajari.
      3. Menyampaikan presentasi dengan bahasa ilmiah yang jelas dan komunikatif.
      4. Menjawab pertanyaan berdasarkan data hasil investigasi.
      5. Menjelaskan alasan pemilihan objek, metode, dan interpretasi hasil.
      6. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan video yang dihasilkan.
      7. Menilai kesesuaian isi video dengan tujuan proyek.

      Bentuk Penilaian :
      Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
      Presentasi produk proyek: video

      10%



      Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

      No Evaluasi Persentase
      1. Aktifitas Partisipasif 20%
      2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 50%
      3. Praktik / Unjuk Kerja 10%
      4. Tes 20%
      100%

      Catatan

      1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
      2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
      3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
      4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
      5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
      6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
      7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
      8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
      9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
      10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
      11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
      12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.