Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan
Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Fisiologi

8520202061

T=2

P=0

ECTS=3.18

2

23 Februari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




MUHAMMAD

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mampu bertanggung jawab dalam penerapan ilmu fisiologi olahraga terhadap kinerja individu dan kelompok

PO - 2

Mampu menguasasi konsep, teoritis dan praktis fisiologi olahraga dalam bidang kepelatihan dan kependidikan olahraga

PO - 3

Mampu menggunakan dasar pemikirian fisiologi dalam penerapan berfikir logis, kritis, sistematis dan inovativ dalam pengembangan atau implementasi teknologi

PO - 4

Mampu melatih Teknik, fisik, taktik, dan mental dalam bidang olahraga dengan menerapkan dasar pemikiran secara fisiologi

Matrik PLO-PO

 
PO
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas prinsip dan mekanisme fisiologis tubuh manusia yang terjadi selama aktivitas fisik dan latihan olahraga. Fokus utama adalah pada bagaimana sistem kardiovaskular, respirasi, otot, dan metabolisme bekerja dan beradaptasi terhadap beban latihan, serta bagaimana informasi fisiologis ini digunakan untuk merancang program latihan yang efektif dan aman. Mahasiswa akan mempelajari respons tubuh terhadap latihan jangka pendek (acute response) dan adaptasi jangka panjang (chronic adaptation), serta pengaruh faktor usia, jenis kelamin, dan kondisi lingkungan terhadap performa atletik. Praktikum atau simulasi lapangan juga diberikan untuk memahami pengukuran denyut nadi, VO₂ max, ambang laktat, dan indikator lainnya dalam konteks kepelatihan. Mata kuliah ini mendukung mahasiswa untuk mampu mengembangkan kemampuan ilmiah, berpikir sistematis, serta menyusun program pelatihan yang berbasis data dan prinsip fisiologis.

Pustaka

Utama :

  1. Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;
  2. Powers SK, Howley ET, 2009: Exercise Physiology, McGraw Hill;
  3. Nining WK, Hartono S, Nasution J, 2011: Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga, Unesa Unipress
  4. Nining WK, dkk, 2015: Fisiologi olahraga, Unesa Unipress

Pendukung :

  1. Modul Pembelajaran Dosen
  2. Youtube

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc.

Dr. Kunjung Ashadi, S.Pd., M.Fis., AIFO.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Memahami dan menguasai tentang sel termasuk bentuk, ukuran, fungsi dan komponen sel, metabolisme sel, seperti anabolisme dan katabolisme, serta pembelahan sel

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan pengertian dan karakteristik dasar sel.
  2. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi bentuk, ukuran, fungsi, dan komponen utama sel.
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan proses metabolisme sel yang meliputi anabolisme dan katabolisme.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan konsep pembelahan sel dan perannya dalam pertumbuhan serta pemulihan jaringan.
  5. Mahasiswa mampu Mengaitkan konsep sel dan metabolisme sel dengan adaptasi fisiologis akibat aktivitas fisik dan latihan.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan konsep sel dan metabolisme
  2. Keaktifan dalam diskusi kelompok dan kelas
  3. Kemampuan mengaitkan konsep sel dengan latihan
  4. Ketepatan dan kerapian laporan

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Konsep dasar sel dan komponennya

Metabolisme sel (anabolisme dan katabolisme)

Pembelahan sel dan regenerasi jaringan

📌 Penugasan: Membuat ringkasan singkat (1–2 halaman).
⏱ Waktu: 2 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method & Praktikum Sederhana)
Dosen memberikan kasus fisiologi olahraga:

Mengapa latihan ketahanan meningkatkan kapasitas metabolisme energi sel, sedangkan latihan kekuatan memicu hipertrofi sel otot?

Mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk:

Menganalisis hubungan struktur dan fungsi sel dengan jenis latihan,

Mengaitkan anabolisme dan katabolisme dengan adaptasi latihan,

Melakukan simulasi/praktikum sederhana berbasis studi kasus.

⏱ Waktu: 2 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus dan diskusi.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk merumuskan:

Pemecahan masalah,

Kesimpulan peran sel dalam fisiologi olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Konsep dasar sel dan organisasi sel Bentuk, ukuran, fungsi, dan komponen sel Metabolisme sel: anabolisme dan katabolisme Pembelahan sel dan regenerasi jaringan Peran sel dalam adaptasi fisiologis terhadap latihan olahraga
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;
5%

2

Minggu ke 2

Memahami dan menguasai tentang sel termasuk bentuk, ukuran, fungsi dan komponen sel, metabolisme sel, seperti anabolisme dan katabolisme, serta pembelahan sel

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan kembali struktur dan fungsi komponen sel secara tepat.
  2. Mahasiswa mampu Membedakan proses anabolisme dan katabolisme dalam konteks aktivitas fisik.
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan hubungan metabolisme sel dengan produksi energi (ATP) saat latihan.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan peran pembelahan sel dalam pertumbuhan dan pemulihan jaringan otot.
  5. Mahasiswa mampu Menganalisis contoh kasus adaptasi sel akibat latihan olahraga.
Kriteria:
  1. Ketepatan penjelasan struktur dan fungsi sel
  2. Kemampuan membedakan anabolisme dan katabolisme
  3. Partisipasi aktif dan kolaborasi
  4. Kejelasan, logika, dan relevansi dengan kepelatihan

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Hubungan struktur sel dengan fungsi metabolik,

Anabolisme dan katabolisme selama latihan dan pemulihan,

Pembelahan sel dan adaptasi jaringan otot akibat latihan.

📌 Penugasan: Membuat mind map atau ringkasan konsep metabolisme sel (1 halaman).
⏱ Waktu: 2 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method & Praktikum Sederhana)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Seorang atlet mengalami kelelahan berkepanjangan akibat jadwal latihan padat. Bagaimana peran metabolisme sel dan pembelahan sel dalam proses pemulihan atlet tersebut?

Mahasiswa dalam kelompok:

Mengidentifikasi proses katabolik dan anabolik yang terjadi,

Mengaitkan pembelahan sel dengan regenerasi jaringan,

Menyusun solusi berbasis konsep fisiologi sel.

⏱ Waktu: 2 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menegaskan konsep kunci fisiologi sel,

Menyimpulkan implikasi praktis bagi pelatih.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Pendalaman struktur dan fungsi sel Metabolisme sel: anabolisme dan katabolisme dalam olahraga Produksi energi sel dan adaptasi latihan Pembelahan sel dan pemulihan jaringan Aplikasi konsep sel dalam kepelatihan olahraga
Pustaka: Powers SK, Howley ET, 2009: Exercise Physiology, McGraw Hill;
5%

3

Minggu ke 3

Melakukan analisis terhadapi sistem muskuler, struktur dan fungsi otot skelet seperti miofibril, filamen, sliding filamen, jenis serat otot dan kontraksi otot

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan struktur sistem muskuler dan fungsi otot skelet.
  2. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi struktur miofibril dan filamen (aktin dan miosin).
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme sliding filamen dalam kontraksi otot.
  4. Mahasiswa mampu Membedakan jenis serat otot (tipe I, tipe IIa, tipe IIx) dan karakteristiknya.
  5. Mahasiswa mampu Menganalisis hubungan jenis serat otot dan mekanisme kontraksi dengan jenis latihan olahraga.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan struktur dan fungsi otot
  2. Kemampuan mengaitkan jenis serat otot dengan latihan
  3. Keaktifan dan kontribusi
  4. Kejelasan, ketepatan konsep, dan aplikatif

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Struktur otot skelet dan sistem muskuler,

Miofibril, sarkomer, dan filamen aktin–miosin,

Mekanisme kontraksi otot dan sliding filamen,

Jenis serat otot dan karakteristik fisiologisnya.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan atau diagram mekanisme kontraksi otot (1–2 halaman).
⏱ Waktu: 2 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method & Praktikum Sederhana)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa sprinter dan pelari maraton memiliki dominasi jenis serat otot yang berbeda, dan bagaimana implikasinya terhadap perencanaan latihan?

Mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk:

Menganalisis struktur otot dan jenis serat yang dominan,

Mengaitkan mekanisme kontraksi dengan tuntutan gerak,

Melakukan praktikum sederhana (simulasi kontraksi otot, analisis gambar histologi, atau studi kasus atlet).

⏱ Waktu: 2 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menguatkan konsep sistem muskuler,

Menyimpulkan implikasi fisiologi otot dalam kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Kinerja otot pada aktivtias olahraga
Pustaka: Powers SK, Howley ET, 2009: Exercise Physiology, McGraw Hill;

Materi: Anatomi dan fungsi Otot
Pustaka: Nining WK, Hartono S, Nasution J, 2011: Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga, Unesa Unipress

Materi: Kasus aktivtias otot pada aktivtias fisik
Pustaka: Modul Pembelajaran Dosen

Materi: permasalahan kegagalan pembibitan atlet usia dini yang berhubungan dengan kinerja otot
Pustaka: Youtube
5%

4

Minggu ke 4

Melakukan analisis terhadapi sistem muskuler, struktur dan fungsi otot skelet seperti miofibril, filamen, sliding filamen, jenis serat otot dan kontraksi otot

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan kembali struktur miofibril, filamen, dan mekanisme sliding filamen secara runtut.
  2. Mahasiswa mampu Menganalisis hubungan mekanisme kontraksi otot dengan jenis gerakan olahraga.
  3. Mahasiswa mampu Membedakan peran jenis serat otot terhadap kekuatan, kecepatan, dan daya tahan.
  4. Mahasiswa mampu Menganalisis adaptasi otot skelet akibat latihan kekuatan dan latihan ketahanan.
  5. Menyusun argumentasi ilmiah sederhana terkait penerapan konsep fisiologi otot dalam kepelatihan.
Kriteria:
  1. Ketepatan analisis struktur dan fungsi otot (Tes lisan)
  2. Ketepatan mengaitkan jenis serat otot dengan performa (Studi kasus)
  3. Keaktifan dan kualitas argumentasi (Observasi)
  4. Sistematika, kejelasan, dan relevansi kepelatihan (Presentasi kelompok)

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Adaptasi otot skelet akibat latihan kekuatan dan ketahanan,

Perubahan struktur miofibril dan filamen akibat latihan,

Hubungan jenis serat otot dengan performa olahraga.

📌 Penugasan: Membuat tabel perbandingan adaptasi otot pada latihan kekuatan vs ketahanan (1 halaman).
⏱ Waktu: 2 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method & Praktikum Sederhana)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Dua atlet dengan cabang olahraga berbeda menunjukkan adaptasi otot yang berbeda setelah program latihan 8 minggu. Bagaimana peran struktur otot, jenis serat, dan mekanisme kontraksi dalam menjelaskan perbedaan tersebut?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis adaptasi struktur otot,

Mengaitkan jenis serat otot dengan tuntutan cabang olahraga,

Merumuskan implikasi bagi perencanaan latihan.

⏱ Waktu: 2 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menegaskan konsep kunci fisiologi otot,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi pelatih olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Pendalaman struktur dan fungsi otot skelet Miofibril, filamen, dan mekanisme sliding filamen Mekanisme kontraksi otot Jenis serat otot dan adaptasinya terhadap latihan Aplikasi fisiologi otot dalam kepelatihan olahraga
Pustaka: Nining WK, Hartono S, Nasution J, 2011: Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga, Unesa Unipress
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menguasai sistem sirkulasi yang meliputi darah, jantung, dan pembuluh darah, serta mampu menjelaskan peran sistem sirkulasi dalam mendukung aktivitas fisik dan latihan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan komponen darah dan fungsinya dalam transport oksigen dan nutrisi.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan struktur dan fungsi jantung sebagai pompa sirkulasi.
  3. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi jenis dan fungsi pembuluh darah (arteri, vena, dan kapiler).
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan alur peredaran darah sistemik dan pulmonal.
  5. Mahasiswa mampu Mengaitkan fungsi sistem sirkulasi dengan kebutuhan tubuh saat aktivitas fisik.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan sistem sirkulasi (Tes lisan)
  2. Keaktifan dalam diskusi kelas (Observasi)
  3. Ketepatan mengaitkan sirkulasi dengan olahraga (Diskusi)
  4. Kerapian dan ketepatan isi (Tugas individu)

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Komponen darah dan fungsinya,

Struktur dan fungsi jantung,

Jenis pembuluh darah dan perannya,

Alur peredaran darah sistemik dan pulmonal.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan materi sistem sirkulasi (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa denyut jantung dan aliran darah meningkat saat latihan fisik, dan apa manfaatnya bagi performa atlet?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis peran darah, jantung, dan pembuluh darah saat latihan,

Mengaitkan respon sistem sirkulasi dengan intensitas latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Mahasiswa mendiskusikan hasil analisis kasus secara klasikal.
Dosen memfasilitasi penegasan konsep:

Peran sistem sirkulasi dalam menunjang kerja otot saat aktivitas fisik.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Sistem sirkulasi darah Komponen dan fungsi darah Struktur dan fungsi jantung Jenis dan fungsi pembuluh darah Peran sistem sirkulasi dalam aktivitas fisik dan olahraga
Pustaka: Nining WK, dkk, 2015: Fisiologi olahraga, Unesa Unipress
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai sistem respirasi yang meliputi proses inspirasi dan ekspirasi, difusi paru, pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru dan otot, serta mekanisme pengaturan ventilasi paru, dan mampu mengaitkannya dengan kebutuhan oksigen saat aktivitas fisik dan latihan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme inspirasi dan ekspirasi.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan proses difusi gas di alveolus paru.
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru dan jaringan otot.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi ventilasi paru.
  5. Mengaitkan fungsi sistem respirasi dengan peningkatan kebutuhan oksigen saat latihan.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan sistem respirasi Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan respirasi dengan latihan Diskusi kasus
  3. Keaktifan dalam diskusi Observasi
  4. Kerapian dan ketepatan isi Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Mekanisme inspirasi dan ekspirasi,

Difusi gas di paru-paru,

Pertukaran gas di jaringan otot,

Pengaturan ventilasi paru selama aktivitas fisik.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan alur pertukaran gas dari paru ke otot (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 50 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa frekuensi dan kedalaman napas meningkat saat latihan intensitas tinggi, dan bagaimana hal tersebut mendukung kinerja otot?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis peran sistem respirasi dalam pemenuhan oksigen,

Mengaitkan ventilasi paru dengan intensitas latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Mahasiswa mempresentasikan hasil diskusi kasus secara klasikal.
Dosen memfasilitasi penegasan konsep:

Hubungan sistem respirasi dengan performa dan daya tahan atlet.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Sistem respirasi Mekanisme inspirasi dan ekspirasi Difusi paru Pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru dan otot Pengaturan ventilasi paru selama aktivitas fisik
Pustaka: Modul Pembelajaran Dosen
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai struktur dan fungsi sistem pencernaan, serta menguasai mekanisme pengaturan metabolisme, pemanfaatan nutrisi, dan pengaturan suhu tubuh, serta mampu mengaitkannya dengan kebutuhan energi, performa, dan pemulihan dalam aktivitas fisik dan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ sistem pencernaan.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan proses pencernaan, penyerapan, dan distribusi nutrisi.
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan peran nutrisi dalam mendukung metabolisme energi saat latihan.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme pengaturan metabolisme tubuh.
  5. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) selama aktivitas fisik.
  6. Mengaitkan sistem pencernaan, metabolisme, dan suhu tubuh dengan performa olahraga.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan sistem pencernaan dan metabolisme Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan nutrisi dan suhu tubuh dengan olahraga Diskusi kasus
  3. Keaktifan dalam diskusi Observasi
  4. Kerapian dan ketepatan isi Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Struktur dan fungsi sistem pencernaan,

Proses pencernaan dan penyerapan nutrisi,

Pengaturan metabolisme energi,

Mekanisme pengaturan suhu tubuh saat istirahat dan latihan.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan hubungan nutrisi, metabolisme, dan suhu tubuh dalam olahraga (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa atlet yang mengalami dehidrasi dan asupan nutrisi yang tidak optimal lebih cepat mengalami kelelahan saat latihan di lingkungan panas?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis peran sistem pencernaan dan nutrisi,

Mengaitkan metabolisme energi dan termoregulasi dengan performa,

Merumuskan solusi berbasis konsep fisiologi olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Mahasiswa mendiskusikan hasil analisis kasus secara klasikal.
Dosen memfasilitasi penegasan konsep:

Peran nutrisi, metabolisme, dan suhu tubuh dalam menunjang performa dan pemulihan atlet.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Sistem pencernaan dan fungsi organ pencernaan Proses pencernaan dan penyerapan nutrisi Pengaturan metabolisme energi Hubungan nutrisi dan aktivitas fisik Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) dalam olahraga
Pustaka: Powers SK, Howley ET, 2009: Exercise Physiology, McGraw Hill;
5%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai secara lebih mendalam struktur dan fungsi sistem pencernaan, serta mekanisme pengaturan metabolisme, pemanfaatan nutrisi, dan pengaturan suhu tubuh, serta mampu menganalisis implikasinya terhadap performa, kelelahan, dan pemulihan atlet dalam aktivitas fisik dan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menganalisis proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam mendukung aktivitas fisik.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan hubungan metabolisme energi dengan ketersediaan nutrisi.
  3. Mahasiswa mampu Menganalisis peran makronutrien dalam menunjang performa olahraga.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme termoregulasi tubuh saat latihan dan lingkungan panas.
  5. Mahasiswa mampu Menganalisis dampak gangguan nutrisi dan suhu tubuh terhadap performa dan pemulihan atlet.
Kriteria:
  1. Ketepatan analisis sistem pencernaan & metabolisme Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan nutrisi & suhu tubuh dengan performa Diskusi kelompok
  3. Keaktifan dan kualitas kontribusi Observasi
  4. Ketepatan isi dan sistematika Tugas individu

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Peran nutrisi dalam metabolisme energi saat latihan,

Hubungan pencernaan, penyerapan, dan performa olahraga,

Mekanisme pengaturan suhu tubuh selama latihan intensitas sedang–tinggi.

📌 Penugasan: Membuat rangkuman analisis hubungan nutrisi, metabolisme, dan termoregulasi (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Seorang atlet mengalami penurunan performa saat bertanding di lingkungan panas meskipun program latihannya optimal. Bagaimana peran sistem pencernaan, metabolisme, nutrisi, dan pengaturan suhu tubuh dalam kondisi tersebut?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis faktor fisiologis yang memengaruhi performa,

Mengaitkan nutrisi, metabolisme, dan termoregulasi,

Merumuskan rekomendasi praktis bagi pelatih.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Mengintegrasikan konsep sistem pencernaan, metabolisme, dan suhu tubuh,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Pendalaman sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi; Metabolisme energi dan pemanfaatan nutrisi; Hubungan nutrisi dan performa olahraga; Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) saat latihan; Dampak lingkungan dan hidrasi terhadap performa atlet
Pustaka: Nining WK, dkk, 2015: Fisiologi olahraga, Unesa Unipress
15%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai secara lebih mendalam struktur dan fungsi sistem pencernaan, serta mekanisme pengaturan metabolisme, pemanfaatan nutrisi, dan pengaturan suhu tubuh, serta mampu menganalisis implikasinya terhadap performa, kelelahan, dan pemulihan atlet dalam aktivitas fisik dan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menganalisis proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam mendukung aktivitas fisik.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan hubungan metabolisme energi dengan ketersediaan nutrisi.
  3. Mahasiswa mampu Menganalisis peran makronutrien dalam menunjang performa olahraga.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme termoregulasi tubuh saat latihan dan lingkungan panas.
  5. Mahasiswa mampu Menganalisis dampak gangguan nutrisi dan suhu tubuh terhadap performa dan pemulihan atlet.
Kriteria:
  1. Ketepatan analisis sistem pencernaan & metabolisme Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan nutrisi & suhu tubuh dengan performa Diskusi kelompok
  3. Keaktifan dan kualitas kontribusi Observasi
  4. Ketepatan isi dan sistematika Tugas individu

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Peran nutrisi dalam metabolisme energi saat latihan,

Hubungan pencernaan, penyerapan, dan performa olahraga,

Mekanisme pengaturan suhu tubuh selama latihan intensitas sedang–tinggi.

📌 Penugasan: Membuat rangkuman analisis hubungan nutrisi, metabolisme, dan termoregulasi (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Seorang atlet mengalami penurunan performa saat bertanding di lingkungan panas meskipun program latihannya optimal. Bagaimana peran sistem pencernaan, metabolisme, nutrisi, dan pengaturan suhu tubuh dalam kondisi tersebut?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis faktor fisiologis yang memengaruhi performa,

Mengaitkan nutrisi, metabolisme, dan termoregulasi,

Merumuskan rekomendasi praktis bagi pelatih.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Mengintegrasikan konsep sistem pencernaan, metabolisme, dan suhu tubuh,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Pendalaman sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi; Metabolisme energi dan pemanfaatan nutrisi; Hubungan nutrisi dan performa olahraga; Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) saat latihan; Dampak lingkungan dan hidrasi terhadap performa atlet
Pustaka: Nining WK, dkk, 2015: Fisiologi olahraga, Unesa Unipress
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menguasai dan memahami sistem energi tubuh yang meliputi sumber energi, sistem energi dasar (sistem fosfagen/ATP-PC, sistem glikolisis, dan sistem oksidatif), serta memahami dan menguasai mekanisme siklus Krebs dan rantai transpor elektron, dan mampu mengaitkannya dengan kebutuhan energi pada berbagai jenis dan intensitas latihan olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Menjelaskan sumber energi tubuh (ATP, karbohidrat, lemak, dan protein).
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan karakteristik sistem energi ATP-PC, glikolisis, dan oksidatif.
  3. Mahasiswa mampu Membedakan penggunaan sistem energi berdasarkan intensitas dan durasi latihan.
  4. Mahasiswa mampu Menjelaskan tahapan utama siklus Krebs.
  5. Mahasiswa mampu Menjelaskan peran rantai transpor elektron dalam produksi ATP.
  6. Mahasiswa mampu Mengaitkan sistem energi dengan cabang olahraga dan performa atlet.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan sistem energi Tes lisan
  2. Keaktifan dalam diskusi kelompok Observasi
  3. Ketepatan mengaitkan sistem energi dengan latihan Diskusi kasus
  4. Ketepatan dan kerapian Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Sumber energi dan peran ATP,

Sistem energi ATP-PC, glikolisis, dan oksidatif,

Gambaran umum siklus Krebs dan rantai transpor elektron.

📌 Penugasan: Membuat tabel perbandingan sistem energi berdasarkan durasi dan intensitas latihan (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa sprinter 100 meter, pemain sepak bola, dan pelari maraton menggunakan sistem energi yang berbeda selama pertandingan atau lomba?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis dominasi sistem energi pada tiap cabang olahraga,

Mengaitkan sistem ATP-PC, glikolisis, dan oksidatif dengan tuntutan latihan,

Menghubungkan siklus Krebs dan rantai transpor elektron dengan produksi energi aerobik.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menegaskan konsep bioenergetika olahraga,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi perencanaan latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Sumber energi tubuh dan ATP; Sistem energi ATP-PC (fosfagen); Sistem glikolisis (anaerobik); Sistem oksidatif (aerobik); Siklus Krebs; Rantai transpor elektron; Aplikasi sistem energi dalam olahraga.
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu menguasai dan memahami kontrol hormonal dalam tubuh, meliputi klasifikasi kimia hormon, mekanisme aksi hormon, serta peran kelenjar endokrin dan hormon, dan mampu mengaitkannya dengan regulasi metabolisme, adaptasi latihan, dan performa olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Menjelaskan pengertian dan fungsi umum hormon.
  2. Mahasiswa mampu Mengklasifikasikan hormon berdasarkan sifat kimianya.
  3. Mahasiswa mampu Menjelaskan mekanisme aksi hormon pada sel target.
  4. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi kelenjar endokrin utama dan hormon yang dihasilkan.
  5. Mengaitkan peran hormon dengan metabolisme energi dan adaptasi latihan.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan sistem hormonal Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan hormon dengan olahraga Diskusi kasus
  3. Keaktifan dalam diskusi Observasi
  4. Ketepatan dan kerapian Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Konsep dasar hormon dan sistem endokrin,

Klasifikasi kimia hormon (peptida, steroid, amina),

Mekanisme aksi hormon pada sel target,

Peran hormon dalam metabolisme dan latihan.

📌 Penugasan: Membuat tabel klasifikasi hormon dan fungsi utamanya (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Bagaimana peran hormon insulin, glukagon, adrenalin, dan kortisol dalam menjaga ketersediaan energi selama latihan intensitas sedang hingga tinggi?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis peran hormon dalam regulasi energi,

Mengaitkan respon hormonal dengan intensitas dan durasi latihan,

Menyusun implikasi praktis bagi perencanaan latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menegaskan konsep kontrol hormonal,

Menarik kesimpulan aplikatif dalam konteks fisiologi olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Sistem hormonal dan fungsi umum hormon; Klasifikasi kimia hormon; Mekanisme aksi hormon; Kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan; Peran hormon dalam metabolisme dan adaptasi latihan.
Pustaka: Nining WK, dkk, 2015: Fisiologi olahraga, Unesa Unipress
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menguasai dan memahami secara lebih mendalam kontrol hormonal dalam tubuh, meliputi klasifikasi kimia hormon, mekanisme aksi hormon, serta peran kelenjar endokrin dan hormon, dan mampu menganalisis respons hormonal terhadap aktivitas fisik serta implikasinya bagi performa, adaptasi latihan, dan pemulihan atlet.

  1. Mahasiswa mampu Menganalisis perbedaan respon hormonal pada latihan intensitas rendah, sedang, dan tinggi.
  2. Mahasiswa mampu Menjelaskan peran hormon anabolik dan katabolik dalam adaptasi latihan.
  3. Mahasiswa mampu Menganalisis mekanisme aksi hormon pada jaringan target selama latihan.
  4. Mahasiswa mampu Mengaitkan fungsi kelenjar endokrin dengan regulasi metabolisme dan performa olahraga.
  5. Mahasiswa mampu Menyusun rekomendasi sederhana berbasis respon hormonal untuk kepelatihan.
Kriteria:
  1. Ketepatan analisis sistem hormonal Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan hormon dengan latihan Diskusi kelompok
  3. Keaktifan dan kualitas kontribusi Observasi
  4. Ketepatan isi dan sistematika Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Respons hormonal terhadap latihan fisik,

Peran hormon anabolik dan katabolik,

Adaptasi endokrin akibat latihan berulang.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan respon hormonal pada latihan daya tahan dan kekuatan (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Seorang atlet mengalami stagnasi performa akibat beban latihan tinggi. Bagaimana peran hormon stres dan hormon anabolik dalam kondisi tersebut?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis peran hormon terhadap adaptasi dan kelelahan,

Mengaitkan kontrol hormonal dengan periodisasi latihan,

Merumuskan solusi berbasis fisiologi olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Mengintegrasikan konsep kontrol hormonal,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Pendalaman sistem hormona;l Klasifikasi kimia hormon; Mekanisme aksi hormon; Kelenjar endokrin dan hormon utama; Respon hormonal terhadap latihan dan pemulihan.
Pustaka: Modul Pembelajaran Dosen
6%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai mekanisme penyediaan energi dan kelelahan, memahami pengeluaran energi saat istirahat dan latihan, menguasai metabolisme energi saat latihan submaksimal, serta menguasai dan memahami konsep kapasitas aerobik maksimal dan anaerobik maksimal, dan mampu mengaitkannya dengan performa dan perencanaan latihan olahraga.

  1. Menjelaskan konsep penyediaan energi dan mekanisme terjadinya kelelahan.
  2. Menjelaskan perbedaan pengeluaran energi saat istirahat dan saat latihan.
  3. Menjelaskan karakteristik metabolisme energi pada latihan submaksimal.
  4. Menjelaskan konsep kapasitas aerobik maksimal (VO₂max).
  5. Menjelaskan konsep kapasitas anaerobik maksimal.
  6. Mengaitkan kelelahan dan kapasitas energi dengan performa olahraga.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan penyediaan energi & kelelahan Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan energi dengan performa Diskusi kasus
  3. Keaktifan dalam diskusi Observasi
  4. Ketepatan dan kerapian Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Pengeluaran energi saat istirahat dan aktivitas fisik,

Metabolisme energi pada latihan submaksimal,

Konsep kelelahan dan faktor penyebabnya,

Kapasitas aerobik dan anaerobik.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan perbandingan metabolisme energi saat istirahat, latihan submaksimal, dan intensitas tinggi (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Mengapa seorang atlet mampu mempertahankan performa pada latihan submaksimal dalam waktu lama, tetapi cepat mengalami kelelahan pada latihan intensitas tinggi?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis sistem energi yang dominan,

Mengaitkan kelelahan dengan keterbatasan kapasitas aerobik dan anaerobik,

Merumuskan implikasi bagi perencanaan latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Menegaskan konsep kelelahan dan kapasitas energi,

Menarik kesimpulan aplikatif bagi kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Definisi Hormon
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;

Materi: klasifikasi kimia hormon, aksi hormon,kelenjar endokrin dan hormon
Pustaka: Nining WK, Hartono S, Nasution J, 2011: Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga, Unesa Unipress
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu memahami dan menguasai mekanisme penyediaan energi dan kelelahan, memahami pengeluaran energi saat istirahat dan latihan, menguasai metabolisme energi saat latihan submaksimal, serta menguasai dan memahami konsep kapasitas aerobik maksimal dan anaerobik maksimal, dan mampu mengaitkannya dengan performa dan perencanaan latihan olahraga.

  1. Menjelaskan konsep penyediaan energi dan mekanisme terjadinya kelelahan.
  2. Menjelaskan perbedaan pengeluaran energi saat istirahat dan saat latihan.
  3. Menjelaskan karakteristik metabolisme energi pada latihan submaksimal.
  4. Menjelaskan konsep kapasitas aerobik maksimal (VO₂max).
  5. Menjelaskan konsep kapasitas anaerobik maksimal.
  6. Mengaitkan kelelahan dan kapasitas energi dengan performa olahraga.
Kriteria:
  1. Ketepatan menjelaskan penyediaan energi & kelelahan Tes lisan
  2. Ketepatan mengaitkan energi dengan performa Diskusi kasus
  3. Keaktifan dalam diskusi Observasi
  4. Ketepatan dan kerapian Tugas tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Faktor kelelahan fisiologis dan metabolik,

Pengeluaran energi pada berbagai intensitas latihan,

Peran kapasitas aerobik dan anaerobik dalam performa olahraga.

📌 Penugasan: Membuat analisis singkat hubungan kapasitas aerobik/anaerobik dengan kelelahan atlet (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Dua atlet dengan VO₂max berbeda menjalani program latihan yang sama, tetapi menunjukkan tingkat kelelahan yang berbeda. Bagaimana penjelasan fisiologisnya?

Mahasiswa dalam kelompok:

Menganalisis perbedaan kapasitas energi,

Mengaitkan metabolisme submaksimal dengan ketahanan,

Merumuskan implikasi bagi desain latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Mengintegrasikan konsep penyediaan energi, kelelahan, dan kapasitas kerja,

Menarik kesimpulan aplikatif dalam kepelatihan olahraga.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Definisi Hormon
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;

Materi: klasifikasi kimia hormon, aksi hormon,kelenjar endokrin dan hormon
Pustaka: Nining WK, Hartono S, Nasution J, 2011: Dasar-Dasar Fisiologi Olahraga, Unesa Unipress
5%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu menemukan dan menganalisis permasalahan yang terjadi akibat kesalahan dalam identifikasi kemampuan fisik dan fisiologis atlet atau masyarakat dalam menguasai suatu gerakan olahraga, baik secara mandiri maupun dalam kelompok, serta mampu bertanggung jawab dalam menyusun solusi berbasis prinsip fisiologi olahraga.

  1. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi kesalahan dalam penilaian kemampuan fisik dan fisiologis individu.
  2. Mahasiswa mampu Menganalisis dampak kesalahan identifikasi kemampuan terhadap penguasaan gerak olahraga.
  3. Mahasiswa mampu Mengaitkan permasalahan gerak dengan aspek fisiologi olahraga (energi, otot, saraf, kelelahan).
  4. Mahasiswa mampu Menyusun solusi atau rekomendasi perbaikan berbasis konsep fisiologi olahraga.
  5. Mahasiswa mampu Menunjukkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan etika akademik dalam kerja mandiri dan kelompok.
Kriteria:
  1. Ketepatan menemukan masalah fisiologis & gerak Studi kasus
  2. Kedalaman dan ketepatan analisis fisiologi Diskusi kelompok
  3. Kesesuaian solusi dengan prinsip fisiologi Presentasi
  4. Kerja sama, disiplin, dan etika Observasi
  5. Sistematika dan kejelasan laporan Laporan tertulis

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa secara individu mempelajari:

Prinsip dasar identifikasi kemampuan fisik dan fisiologis,

Hubungan kemampuan fisik dengan penguasaan gerak olahraga,

Kesalahan umum dalam asesmen kemampuan atlet dan masyarakat.

📌 Penugasan: Membuat ringkasan potensi kesalahan identifikasi kemampuan fisik dalam olahraga (1 halaman).
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Aktivitas Kelompok (Case Method)
Dosen memberikan kasus kepelatihan:

Seorang atlet pemula mengalami kesulitan menguasai teknik dasar karena program latihan tidak sesuai dengan kapasitas fisiknya. Di mana letak kesalahan identifikasi kemampuannya?

Mahasiswa dalam kelompok:

Mengidentifikasi masalah utama,

Menganalisis keterkaitan fisiologi dan penguasaan gerak,

Menyusun rekomendasi perbaikan latihan.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit

c. Classroom Discussion & Presentasi
Kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus.
Dosen memfasilitasi diskusi klasikal untuk:

Mengintegrasikan seluruh konsep fisiologi olahraga yang telah dipelajari,

Menegaskan peran pelatih dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

⏱ Waktu: 1 × 50 menit
2 X 50

Materi: Identifikasi kemampuan fisik dan fisiologis; Kesalahan asesmen kemampuan atlet dan masyarakat; Hubungan fisiologi olahraga dengan penguasaan gerak; Analisis masalah gerak olahraga; Tanggung jawab profesional pelatih dalam perencanaan latihan
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;
4%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu mengintegrasikan dan menerapkan seluruh konsep fisiologi olahraga yang meliputi sistem seluler, muskuler, sirkulasi, respirasi, pencernaan, metabolisme energi, sistem hormonal, kelelahan, dan kapasitas kerja, untuk menganalisis permasalahan performa dan penguasaan gerak olahraga, serta menyusun solusi yang tepat, bertanggung jawab, dan berbasis prinsip fisiologi olahraga dalam konteks kepelatihan dan aktivitas fisik masyarakat.

  1. Mahasiswa mampu Mengintegrasikan berbagai sistem fisiologi olahraga dalam satu analisis kasus.
  2. Mahasiswa mampu Menganalisis permasalahan performa dan penguasaan gerak berdasarkan aspek fisiologis.
  3. Mahasiswa mampu Mengaitkan kelelahan dan kapasitas kerja dengan tuntutan aktivitas fisik.
  4. Mahasiswa mampu Menyusun solusi atau rekomendasi berbasis prinsip fisiologi olahraga.
  5. Mahasiswa mampu Menunjukkan sikap tanggung jawab, objektivitas, dan etika akademik dalam pengambilan keputusan.
Kriteria:
  1. Ketepatan dan kelengkapan penggunaan konsep fisiologi Ujian akhir
  2. Kedalaman dan logika analisis kasus Essay/studi kasus
  3. Relevansi dan kelayakan solusi Ujian tertulis
  4. Tanggung jawab dan kejujuran Observasi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
a. Pre-existing Material (Belajar Mandiri)
Mahasiswa melakukan peninjauan kembali seluruh materi fisiologi olahraga dari Minggu 1–15 sebagai persiapan evaluasi akhir.

📌 Penugasan: Review mandiri materi inti fisiologi olahraga.
⏱ Waktu: 1 × 60 menit

b. Evaluasi Akhir Semester (UAS)
Mahasiswa mengikuti ujian akhir semester berbasis:

Analisis kasus fisiologi olahraga,

Integrasi konsep lintas sistem,

Penyusunan solusi berbasis kepelatihan.

⏱ Waktu: 2 × 50 menit
2 x 50

Materi: Integrasi sistem fisiologi olahraga; Analisis performa dan penguasaan gerak; Kelelahan dan kapasitas kerja; Aplikasi fisiologi olahraga dalam kepelatihan dan aktivitas fisik masyarakat
Pustaka: Katch VL, McArdle WD, Katch FI, 2011: Essentials of Exercise Physiology 4th Edition, Lippincott Williams & Wilkins;
15%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 65%
2. Penilaian Portofolio 7.5%
3. Praktik / Unjuk Kerja 7.5%
4. Tes 20%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.