Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Intervensi Dini Anak Disabilitas Netra

8620203397

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=3

P=0

ECTS=4.77

4

19 Februari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Acep Ovel Novari Beny, Pamuji,




Pamuji




KHOFIDOTUR ROFIAH

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-8

Merancang kurikulum dan program layanan pendidikan khusus

PLO-9

Terampil memberikan layanan akademik dan program kebutuhan khusus bagi PDBK

PLO-10

Memanfaatkan media dan teknologi asistif dalam layanan pendidikan khusus

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, karakteristik, dan pentingnya intervensi dini bagi anak tunanetra.

PO - 2

Mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan perkembangan anak tunanetra pada aspek sensorik, motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.

PO - 3

Mahasiswa mampu menganalisis faktor , hambatan perkembangan, dan kebutuhan khusus anak tunanetra.

PO - 4

Mahasiswa mampu merancang dan mengimplementasikan program intervensi dini yang sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-3PLO-8PLO-9PLO-10
PO-1    
PO-2    
PO-3    
PO-4    

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Pembahasan kuliah ini untuk mengkaji, mendiskusikan, dan mempraktikkan tentang pengenalan karakteristik anak tunanetra, penyusunan matriks perencanaan, dan pemberian layanan intervensi dini anak tunanetra. Kuliah ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk membuat keputusan dalam menyusun matriks perencanaan dan memberikan layanan intervensi pada anak tunanetra serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Demikian pula mengkaji berbagai cara implementasi layanan dini dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi bagi masing-masing anak tunanetra yang setiap anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Perkuliahan dilaksanakan dengan pembelajaran yang berpusat pada mahsiswa melalui diskusi, presentasi, kerja proyek dengan kegiatan lapangan, dan refleksi.

Pustaka

Utama :

  1. Koenig, A. J., & Holbrook, M. C. (2019). Foundations of education, volume I: History and theory of teaching children and youths with visual impairments (3rd ed.). AFB Press.
  2. Holbrook, M. C., & Koenig, A. J. (2019). Foundations of education, volume II: Instructional strategies for teaching children and youths with visual impairments (3rd ed.). AFB Press.
  3. Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.
  4. Douglas, G., McLinden, M., & Ware, J. (2019). Mainstreaming pupils with visual impairment. Routledge.
  5. Corn, A. L., & Erin, J. N. (Eds.). (2010). Foundations of low vision: Clinical and functional perspectives (2nd ed.). AFB Press.
  6. Lueck, A. H., & Dutton, G. N. (2015). Vision and the brain: Understanding cerebral visual impairment in children. AFB Press.

Pendukung :

  1. Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
  2. Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
  3. Pamuji. (2025). Meningkatkan Peran Shadow Teacher dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus Beraktivitas Belajar di SDN: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat.
  4. Pamuji. (2022). Pengembangan Manajemen Hybrid Learning untuk Meningkatkan Kolaboratif Partisipatorik di SLB/A YPAB Surabaya.
  5. Pamuji. (2022). Pendekatan Pembelajaran See Say Do untuk Mengembangkan Sikap Mandiri Beraktivitas di Sekolah dalam Mewujudkan Merdeka Belajar anak Disabel Netra.

Dosen Pengampu

Dr. H. Pamuji, M.Kes.

Acep Ovel Novari Beny, M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Menguraikan konsep pengertian dan klasifikasi anak tunanetra

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian anak tunanetra sesuai dengan literatur ilmiah secara tepat.
  2. Mahasiswa mampu membedakan klasifikasi anak tunanetra (buta total, low vision) dengan benar.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh konkret layanan pendidikan sesuai klasifikasi anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Memahami kompetensi, deskripsi, sekuensi materi mata kuliah Intervensi Dini Anak tunanetra
Pustaka: Gargiulo, RM 2012, Special Education in Contemporary Society : an Introduction to Exceptionality , 4th ed, Sage Publications, Inc., USA.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

2

Minggu ke 2

Memahami kebutuhan khusus anak tunanetra

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis kebutuhan khusus anak tunanetra (aksesibilitas, orientasi-mobilitas, komunikasi, dan kemandirian) secara tepat.
  2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan khusus anak tunanetra dalam konteks layanan pendidikan inklusif maupun khusus.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh strategi pemenuhan kebutuhan khusus anak tunanetra dengan memanfaatkan media dan teknologi asistif.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Memahami kompetensi, deskripsi, sekuensi materi mata kuliah Intervensi Dini Anak tunanetra
Pustaka: Gargiulo, RM 2012, Special Education in Contemporary Society : an Introduction to Exceptionality , 4th ed, Sage Publications, Inc., USA.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

3

Minggu ke 3

Memahami karakteristik perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, orientasi & mobilitas Anak Tunanetra

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik perkembangan anak tunanetra pada aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, serta orientasi dan mobilitas secara tepat.
  2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi perbedaan perkembangan anak tunanetra dengan anak tipikal pada setiap aspek perkembangan.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh bentuk layanan atau intervensi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak tunanetra pada masing-masing aspek.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Memahami kompetensi, deskripsi, sekuensi materi mata kuliah Intervensi Dini Anak tunanetra
Pustaka: Gargiulo, RM 2012, Special Education in Contemporary Society : an Introduction to Exceptionality , 4th ed, Sage Publications, Inc., USA.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Karakteristik Perkembangan Anak Tunanetra
Pustaka: SIGN. 2007. Assessment, Diagnosis and Clinical Interventions for Children and Young People with Autism Spectrum Disorders: A National Clinical Guideline . Edinburgh: Scottish Intercollegiate Guidelines Network.
5%

4

Minggu ke 4

Memahami problema hambatan belajar, masalah komunikasi, kendala orientasi & mobilitas Anak Tunanetra

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai hambatan belajar yang dialami anak tunanetra beserta dampaknya terhadap proses pendidikan.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan masalah komunikasi yang sering dihadapi anak tunanetra serta faktor penyebabnya.
  3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kendala orientasi dan mobilitas anak tunanetra serta memberikan alternatif strategi pemecahan masalahnya.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Memahami kompetensi, deskripsi, sekuensi materi mata kuliah Intervensi Dini Anak tunanetra
Pustaka: Gargiulo, RM 2012, Special Education in Contemporary Society : an Introduction to Exceptionality , 4th ed, Sage Publications, Inc., USA.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Karakteristik Perkembangan Anak Tunanetra
Pustaka: SIGN. 2007. Assessment, Diagnosis and Clinical Interventions for Children and Young People with Autism Spectrum Disorders: A National Clinical Guideline . Edinburgh: Scottish Intercollegiate Guidelines Network.
5%

5

Minggu ke 5

Menguraikan Konsep Intervensi Dini Anak Tunanetra

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian intervensi dini bagi anak tunanetra secara tepat sesuai teori/rujukan ilmiah.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan tujuan dan prinsip dasar intervensi dini anak tunanetra.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh bentuk layanan intervensi dini yang sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Access Visual Impairment
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Teknologi Asistif Tunanetra
Pustaka: Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
5%

6

Minggu ke 6

Menyusun Matriks Perencanaan Intervensi

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan anak tunanetra yang akan dijadikan dasar penyusunan matriks perencanaan intervensi.
  2. Mahasiswa mampu menyusun komponen matriks perencanaan intervensi (tujuan, strategi, kegiatan, media, evaluasi) secara sistematis.
  3. Mahasiswa mampu menyajikan matriks perencanaan intervensi dengan runtut, logis, dan sesuai karakteristik anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab, Praktik
3 X 50

Materi: Access Visual Impairment
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Teknologi Asistif Tunanetra
Pustaka: Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
5%

7

Minggu ke 7

Menyusun Matriks Perencanaan Intervensi

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan anak tunanetra yang akan dijadikan dasar penyusunan matriks perencanaan intervensi.
  2. Mahasiswa mampu menyusun komponen matriks perencanaan intervensi (tujuan, strategi, kegiatan, media, evaluasi) secara sistematis.
  3. Mahasiswa mampu menyajikan matriks perencanaan intervensi dengan runtut, logis, dan sesuai karakteristik anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Tes
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab, Praktik
3 X 50

Materi: Access Visual Impairment
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: OMSK
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Teknologi Asistif Tunanetra
Pustaka: Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
10%

8

Minggu ke 8

Melaksanakan Ujian Tengah Semester

UTS

Kriteria:

UTS


Bentuk Penilaian :
Tes
UTS
3 X 50

Materi: Materi 1-7
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.
10%

9

Minggu ke 9

Memahami bentuk layanan akademik, sosial, keterampilan hidup sehari-hari.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk layanan akademik yang sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra, seperti penggunaan braille, audio book, atau teknologi asistif.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan bentuk layanan sosial yang mendukung kemandirian dan interaksi anak tunanetra dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh layanan keterampilan hidup sehari-hari (ADL) untuk meningkatkan kemandirian anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.
5%

10

Minggu ke 10

Memahami strategi layanan intervensi di sekolah

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai strategi layanan intervensi yang dapat diterapkan di sekolah bagi anak tunanetra.
  2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kesesuaian strategi intervensi dengan kebutuhan akademik, sosial, dan keterampilan hidup anak tunanetra.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh implementasi strategi intervensi di sekolah inklusif maupun sekolah luar biasa (SLB).
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

11

Minggu ke 11

Memahami implementasi layanan intervensi seperti peran keluarga, guru, dan masyarakat dalam intervensi.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan peran keluarga dalam mendukung layanan intervensi anak tunanetra di rumah.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan peran guru dalam merancang dan melaksanakan layanan intervensi di sekolah.
  3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi bentuk dukungan masyarakat dalam mendukung keberhasilan intervensi anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

12

Minggu ke 12

Memahami penggunaan aplikasi, software, perangkat digital bagi anak tunanetra.

  1. Mahasiswa mampu menyebutkan berbagai jenis aplikasi, software, dan perangkat digital yang dapat digunakan anak tunanetra (misalnya screen reader, braille display, voice over, magnifier).
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi dan manfaat penggunaan aplikasi, software, serta perangkat digital tersebut dalam mendukung pembelajaran anak tunanetra.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh penerapan aplikasi, software, dan perangkat digital pada kegiatan akademik maupun keterampilan hidup sehari-hari anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

13

Minggu ke 13

Memahami media dan teknologi asistif untuk anak tunanetra seperti braille, audio book, screen reader, mobility tools.

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai media dan teknologi asistif yang digunakan anak tunanetra (braille, audio book, screen reader, mobility tools).
  2. Mahasiswa mampu menguraikan fungsi dan keunggulan masing-masing media/teknologi asistif dalam mendukung pembelajaran dan kemandirian anak tunanetra.
  3. Mahasiswa mampu memberikan contoh penerapan media dan teknologi asistif dalam kegiatan akademik, sosial, maupun keterampilan hidup sehari-hari anak tunanetra.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press
5%

14

Minggu ke 14

Melaksanakan implementasi layanan intervensi pada anak tunanetra di sekolah/komunitas.

  1. Mahasiswa mampu merancang program layanan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra di sekolah atau komunitas.
  2. Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan intervensi secara sistematis sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
  3. Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil implementasi layanan intervensi dan memberikan tindak lanjut yang sesuai.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Teknologi Asistif Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
5%

15

Minggu ke 15

Melaksanakan implementasi layanan intervensi pada anak tunanetra di sekolah/komunitas.

  1. Mahasiswa mampu merancang program layanan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra di sekolah atau komunitas.
  2. Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan intervensi secara sistematis sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
  3. Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil implementasi layanan intervensi dan memberikan tindak lanjut yang sesuai.
Kriteria:
  1. Aktifitas Partisipatif : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  2. Pemahaman Materi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)
  3. Diskusi : Baik sekali (Skor 4); Baik (Skor 3); Cukup (Skor 2); Kurang (Skor 1)

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi, Studi Kasus, Tanya Jawab
3 X 50

Materi: Merekonstruksi teknik-teknik pelaksanaan intervensi dini untuk anak tunanetraMenyusun instrumen intervensi dini untuk anak tunanetra
Pustaka: Tobin, R.M. & House, A.E. 2016. DSM-5 Diagnosis in the School . New York: The Guilford Press.

Materi: Layanan Anak Tunanetra
Pustaka: Mason, H., & McCall, S. (Eds.). (2018). Visual impairment: Access to education for children and young people (3rd ed.). Routledge.

Materi: Intervensi Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji. (2024). Tunanetra Bersosialisasi: Orientasi Mobilitas Sosial dan Komunikasi (OMSK). Surabaya: Unesa University Press

Materi: Teknologi Asistif Anak Tunanetra
Pustaka: Pamuji, Nerri, I. A., & Niratama, F. (2020). Literature review: Enhancing education accessibility: The role of assistive technology in promoting equality for the visually impaired. 1(2), 1–13. Atlantis Press.
10%

16

Minggu ke 16

Melaksanakan Ujian Akhir Semester

UAS

Kriteria:

UAS


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
UAS
3 X 50

Materi: Pertemuan 1 sampai akhir
Pustaka: SIGN. 2007. Assessment, Diagnosis and Clinical Interventions for Children and Young People with Autism Spectrum Disorders: A National Clinical Guideline . Edinburgh: Scottish Intercollegiate Guidelines Network.
10%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 15%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 50%
3. Penilaian Portofolio 15%
4. Tes 20%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.