Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Kedokteran
Program Studi S1 Fisioterapi

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Fisioterapi Integumen

1120202037

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=1

P=1

ECTS=3.18

5

21 Agustus 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Susi Susanti, S.Kes., M.Biomed




Susi Susanti, S.Kes., M.Biomed.




SUSI SUSANTI

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-5

Menguasai konsep teoritis dalam IPTEKS dan psikososial yang spesifik di bidang keahlainnya sesuai standar kompetensi

PLO-6

Menguasai pelaksanaan manajemen yang spesifik di bidang keahlainnya sesuai standar kompetensi secara mandiri dan atau berkelompok

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahaisiswa mampu menganalisis konsep teori anatomi-patofisiologi sistem integumen, prinsip evidence-based practice, serta etika profesi dalam pelayanan fisioterapi integumen secara mandiri maupun kolaboratif

PO - 2

Mahasiswa mampu menyusun diagnosis dan prognosis fisioterapi pada kasus integumen menggunakan penalaran klinis berdasarkan hasil pemeriksaan yang akurat

PO - 3

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan prosedur pemeriksaan integumen dan tindakan intervensi fisioterapi integumen sesuai dengan standar dan mempertimbangkan keselamatan pasien

Matrik PLO-PO

 
POPLO-4PLO-5PLO-6
PO-1  
PO-2  
PO-3  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Fisioterapi Integumen membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan klinis, dan penalaran akademis dalam mengelola gangguan sistem integumen serta dampaknya terhadap gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Fokus utama mata kuliah ini meliputi anatomi-fisiologi kulit, patofisiologi fase penyembuhan luka (wound healing), pemeriksaan morfologi lesi kulit, serta evaluasi komprehensif berbasis kerangka International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF). Mahasiswa akan mempelajari dan mempraktikkan manajemen fisioterapi integumen pada berbagai kondisi klinis, seperti luka bakar (combustio), jaringan parut abnormal (hypertrophic scar & keloid), limfedema, dekubitus pada pasien tirah baring, pencegahan komplikasi diabetic foot, serta pemulihan fungsional pasca-bedah rekonstruksi/masektomi dan skin graft/flap. Pembelajaran menekankan pada penerapan intervensi berbasis bukti (evidence-based practice), meliputi Manual Lymph Drainage (MLD), terapi kompresi, posisi anti-kontraktur, pembidai (splinting), mobilisasi jaringan lunak (soft tissue mobilization), serta aplikasi modalitas elektrofisika. Seluruh proses pembelajaran diintegrasikan dengan prinsip keselamatan pasien (patient safety), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta identifikasi tanda-tanda bahaya (red flags) dan kontraindikasi intervensi

Pustaka

Utama :

  1. Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828
  2. Agur, A.M. and Dalley, A.F., 2022. Moore's essential clinical anatomy. Lippincott Williams & Wilkins.
  3. Boron, W.F. and Boulpaep, E.L., 2016. Medical physiology E-book. Elsevier Health Sciences
  4. Kang, Sewon, 2019. Fitzpatrick's Dermatology 9th. New York: McGraw-Hill
  5. Sutaria, A.H., Masood, S., Saleh, H.M. and Schlessinger, J., 2023. Acne vulgaris. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Pendukung :

  1. VanPutte, C., Regan, J. and Russo, A., 2022. ISE Seeley's Anatomy & Physiology. McGraw-Hill.
  2. Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan

Dosen Pengampu

Resti Nurpratiwi, S.Ft., M.Fis.

Susi Susanti, S.Kes., M.Biomed.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu menganalisis anatomi, fisiologi kulit, serta patofisiologi fase wound healing

  1. Kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menganalisis keterkaitan struktur lapisan anatomi kulit (epidermis, dermis, hipodermis) dengan respon vaskular dan seluler pada setiap fase penyembuhan luka (inflamasi, proliferasi, maturasi)
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mendiagnosis dan mengevaluasi faktor penghambat fisiologis (lokal & sistemik) yang berpotensi memperlambat proses wound healing serta memicu komplikasi keterbatasan gerak/fungsi
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
3%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu mengidentifikasi bentuk perubahan morfologi kulit, lesi primer/sekunder, dan karakteristik hypertrophic scar/keloid

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mendeskripsikan dan membedakan karakteristik visual morfologi lesi kulit primer (macula, papula, vesikel) dan lesi sekunder (erosi, ulkus, ekskoriasi) berdasarkan hasil inspeksi klinis
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menganalisis perbedaan patofisiologi, fitur klinis, serta potensi keterbatasan gerak/kontraktur antara hypertrophic scar dan keloid
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
3%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menjelaskan penyakit kulit akibat infeksi (bakteri, virus, jamur) dalam konteks kontraindikasi tindakan fisioterapi

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mengategorikan jenis infeksi kulit (bakteri, virus, atau jamur) yang tergolong sebagai kontraindikasi mutlak maupun relatif terhadap aplikasi modalitas fisik, terapi latihan, dan manual therapy
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi tanda-tanda sistemik/lokal infeksi akut (red flags) dan memutuskan tindakan rujukan medis atau penundaan intervensi guna mencegah infeksi silang (cross-contamination)
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
3%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu merumuskan diagnosis dan masalah fisioterapi integumen menggunakan pendekatan kerangka ICF (International Classification of Functioning)

  1. Kemampuan mahasiswa dalam memetakan data hasil asesmen klinis ke dalam seluruh domain kerangka ICF (Body Structure/Function, Activity Limitation, Participation Restriction, Environmental & Personal Factors)
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan dan merumuskan narasi diagnosis fisioterapi spesifik integumen yang menggambarkan hubungan kausal antara kerusakan jaringan lunak/kulit dengan gangguan gerak dan fungsi
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menganalisis derajat kedalaman luka bakar (combustio) dan perhitungan Total Body Surface Area (TBSA) menggunakan Rule of Nines

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mendiagnosis dan membedakan derajat kedalaman luka bakar (superficial, partial thickness, full thickness) berdasarkan tanda-tanda kerusakan jaringan klinis
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menghitung persentase luas luka bakar (Total Body Surface Area/TBSA) menggunakan metode Rule of Nines atau Lund and Browder, serta menganalisis implikasinya terhadap risiko komplikasi kontraktur sendi
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan pemeriksaan dan pengukuran luka/jaringan parut menggunakan instrumen terstandar (Vancouver Scar Scale/Bates-Jensen)

  1. Kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan inspeksi, palpasi (vaskularisasi, fleksibilitas, ketebalan), serta pengukuran dimensi luka/parut secara higienis sesuai standar
  2. Kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan pengisian, kalkulasi, dan penginterpretasian skor instrumen Vancouver Scar Scale (VSS) atau Bates-Jensen Wound Assessment Tool untuk menentukan perkembangan jaringan
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan anti-contracture positioning dan edukasi penggunaan bidai (splinting) pada luka bakar

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan pengaturan posisi tubuh/sendi anti-kontraktur sesuai prinsip biomekanik pada berbagai area predileksi luka bakar (leher, axilla, antecubital, dan tangan)
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan/memasang bidai (splinting) secara aman serta memberikan edukasi yang jelas kepada pasien/keluarga mengenai jadwal penggunaan dan pencegahan iritasi/penekanan jaringan
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan asesmen risiko dekubitus (Skala Braden/Norton) dan teknik mobilisasi/posisi alih baring pada pasien tirah baring

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mengukur, mengkalkulasi skor, dan mengategorikan tingkat risiko dekubitus pasien menggunakan instrumen Skala Braden atau Skala Norton
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan teknik alih baring berkala (miring kanan - terlentang - miring kiri) dan penggunaan alat bantu dekubitus (seperti air mattress atau bantal pendukung) sesuai prinsip body mechanics serta meminimalkan gaya geser (shear stress) pada kulit
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
5%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menerapkan teknik Manual Lymph Drainage (MLD) dan terapi kompresi pada penanganan limfedema dan edema subkutan

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan arah, tekanan, dan rute pemijatan teknik Manual Lymph Drainage (MLD) sesuai arah aliran limfatik
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan teknik pembalutan kompresi (short-stretch bandage) sesuai prinsip gradien tekanan
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu prosedur tes sensibilitas vaskular/monofilamen dan penanganan fisioterapi pada pencegahan luka diabetikum (diabetic foot)

  1. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan pengetesan proteksi sensori menggunakan Monofilamen Semmes-Weinstein dan pemeriksaan arteri perifer (ABI)
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan protokol senam kaki diabetik dan edukasi perawatan mandiri kaki (foot care)
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan program latihan dan fisioterapi pra serta pasca-operasi skin graft/flap

  1. Kemampuan mahasiswa dalam merancang & mensimulasikan protokol mobilisasi bertahap pasca skin graft tanpa mengganggu integritas jaringan (graft take)
  2. Kemampuan mahasiswa dalam memberikan latihan ROM pasif/aktif pada area donor dan reseptor dengan mempertimbangkan patient safety
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan teknik mobilisasi jaringan lunak (soft tissue mobilization) dan stretching pada area keterbatasan ROM akibat scar tissue

  1. Kemampuan mahasiswa dalam menguasai teknik scar tissue massage/friction dan mobilisasi jaringan ikat secara adekuat
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan dosis dan teknik stretching yang aman dengan mempertimbangkan patient safety untuk meningkatkan elastisitas jaringan tanpa trauma ulang
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan manajemen fisioterapi pasca-bedah rekonstruksi/masektomi untuk mencegah adhesi dan pemulihan fungsi gerak

  1. Kemampuan mahasiswa dalam melakukan manipulasi/mobilisasi area bekas insisi pasca-rekonstruksi untuk mencegah adhesi fascia
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menyusun dan melakukan latihan fungsional shoulder/trunk pasca-bedah sesuai batas aman toleransi jaringan dengan mempertimbangkan aptient safety
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan aplikasi modalitas fisioterapi (IRR, Therapeutic Ultrasound) sesuai indikasi dan standar dengan mempertimbangkan patient safety

  1. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan parameter dosis modalitas (frekuensi, intensitas, durasi) sesuai tujuan fase penyembuhan
  2. Kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan modalitas, termasuk pemeriksaan kontraindikasi dan tes sensibilitas kulit pasien
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL), Peer-Assisted Learning
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu menerapkan prinsip patient safety, Universal Precaution (APD), serta pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI) dalam pelaksanaan tindakan fisioterapi integumen

  1. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan dan melaksanakan prosedur cuci tangan (hand hygiene) serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) steril/non-steril
  2. Kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teknik aseptik dan pengelolaan limbah medis/tajam pasca-tindakan sesuai standar keselamatan kerja
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Interactive learning, Problem-Based Learning (PBL)
(1x50‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
7%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa mampu menerapkan prinsip patient safety, Universal Precaution (APD), serta pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI) dalam pelaksanaan tindakan fisioterapi integumen

  1. Kemampuan mahasiswa dalam menganalisis struktur lapisan kulit, fase wound healing (inflamasi, proliferasi, maturasi), serta faktor penghambat fisiologis penyembuhan
  2. Kemampuan mahasiswa dalam membedakan morfologi lesi primer vs sekunder serta analisis patofisiologi hypertrophic scar vs keloid
  3. Kemampuan mahasiswa dalam mengkategorikan penyakit kulit infeksius yang menjadi kontraindikasi tindakan fisik serta identifikasi tanda bahaya (red flags)
  4. Kemampuan mahasiswa dalam memetakan data asesmen klinis ke dalam seluruh komponen kerangka ICF (Body Structure/Function, Activity Limitation, Participation Restriction, & Contextual Factors)
  5. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan derajat kedalaman luka bakar, kalkulasi luas TBSA (Rule of Nines/Lund-Browder), dan proyeksi risiko komplikasi kontraktur
  6. Kemampuan mahasiswa dalam mengukur jaringan parut dengan VSS/Bates-Jensen, pengukuran risiko dekubitus (Skala Braden), serta tes sensibilitas (Monofilamen 10g) dan vaskular (ABI)
  7. Kemampuan mahasiswa dalam melakukan Manual Lymph Drainage (MLD), short-stretch bandage, dan teknik soft tissue mobilization/scar massage
  8. Kemampuan mahasiswa dalam melakukan anti-contracture positioning, teknik aplikasi/pemasangan bidai (splinting), serta teknik alih baring berkala dengan body mechanics
  9. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan dosis modalitas elektrofisika (IRR, Ultrasound)
Kriteria:

Rubrik Penilaian


Bentuk Penilaian :
Tes
MCQs & case study, OSPE (Objective Structured Practical Examination)
(1x60‘) & (1x170‘)

Materi: Anatomi, Fisiologi, Tipe-Tipe
Pustaka: Abad‐Casintahan, F., Chow, S.K.W., Goh, C.L., Kubba, R., Hayashi, N., Noppakun, N., See, J., Suh, D.H., Xiang, L.H.F., Kang, S. and Asian Acne Board, 2016. Frequency and characteristics of acne‐related post‐inflammatory hyperpigmentation. The Journal of dermatology, 43(7), pp.826-828

Materi: anatomi, elastisitas kulit
Pustaka: Nur Luthfiatus Solikah. 2025. Peran Hormon Kortisol dalam Kesehatan Kulit Atlet Perempuan
11%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 32.14%
2. Penilaian Praktikum 22.64%
3. Praktik / Unjuk Kerja 32.14%
4. Tes 11%
97.92%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.