Mata kuliah Fisioterapi Integumen membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan klinis, dan penalaran akademis dalam mengelola gangguan sistem integumen serta dampaknya terhadap gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Fokus utama mata kuliah ini meliputi anatomi-fisiologi kulit, patofisiologi fase penyembuhan luka (wound healing), pemeriksaan morfologi lesi kulit, serta evaluasi komprehensif berbasis kerangka International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF).
Mahasiswa akan mempelajari dan mempraktikkan manajemen fisioterapi integumen pada berbagai kondisi klinis, seperti luka bakar (combustio), jaringan parut abnormal (hypertrophic scar & keloid), limfedema, dekubitus pada pasien tirah baring, pencegahan komplikasi diabetic foot, serta pemulihan fungsional pasca-bedah rekonstruksi/masektomi dan skin graft/flap. Pembelajaran menekankan pada penerapan intervensi berbasis bukti (evidence-based practice), meliputi Manual Lymph Drainage (MLD), terapi kompresi, posisi anti-kontraktur, pembidai (splinting), mobilisasi jaringan lunak (soft tissue mobilization), serta aplikasi modalitas elektrofisika. Seluruh proses pembelajaran diintegrasikan dengan prinsip keselamatan pasien (patient safety), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta identifikasi tanda-tanda bahaya (red flags) dan kontraindikasi intervensi