•  

Our Top Course
Pengembangan Media Foto
( 16 Sections)
 
Komunikasi Pembelajaran
( 16 Sections)
 

Profil Program Studi S2 Industri Kreatif Unesa

 
Program Studi  :  S2 Industri Kreatif
Tanggal Berdiri  : 
Koordinator Program Studi  :  INDARTI
Visi Misi & Tujuan Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya
Visi
Mengembangkan keilmuan terapan interdisipliner industri kreatif yang yang Berkarakter Tangguh, Adaptif, Inovatif yang Berbabis Kewirausahaan di tingkat Asia tahun 2035
Misi
  1. Menyelenggarakan Pendidikan Magister Terapan yang berkarakter tangguh, adaptif, inovatif, dan berbasis kewirausahaan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang industri kreatif serta mampu bersaing di tingkat Asia
  2. Mengembangkan Penelitian Terapan yang berorientasi pada inovasi kreatif di bidang industri kreatif serta mendorong kolaborasi dengan industri dalam menciptakan produk kreatif yang bernilai budaya dan ekonomis
  3. Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui penyebarluasan inovasi terapan industri kreatif berbasis kewirausahaan
  4. Mengintegrasikan Tridharma perguruan tinggi dalam ekosistem industri kreatif melalui kerja sama sinergis dan berkelanjutan dengan akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas kreatif
  5. Menyelenggarakan Tata Kelola program studi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel untuk menjamin mutu pendidikan magister terapan yang berkelanjutan
  6. Mengembangkan jejaring kerja sama nasional dan internasional dengan industri kreatif, asosiasi profesi, pemerintah, serta institusi pendidikan tinggi, guna memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan inovasi berbasis kewirausahaan.

Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan magister terapan industri kreatif yang tangguh, adaptif, inovatif dan memiliki kompetensi profesional serta kewirausahaan sehingga mampu berdaya saing di tingkat Asia.
  2. Menghasilkan penelitian terapan berbasis inovasi kreatif di bidang industri kreatif yang kolaboratif dengan dunia industri, menghasilkan produk dan model pengembangan yang bernilai budaya, memiliki daya saing ekonomi, serta berkontribusi terhadap penguatan ekosistem industri kreatif nasional dan regional.
  3. Terselenggaranya program pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi terapan industri kreatif yang berorientasi kewirausahaan, guna meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku industri kreatif di tingkat lokal, nasional, dan regional.
  4. Terwujudnya integrasi tridharma perguruan tinggi dalam penguatan ekosistem industri kreatif melalui kemitraan strategis dan berkelanjutan dengan akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas kreatif.
  5. Terwujudkan tata kelola program studi yang efisien, transparan, dan akuntabel melalui penerapan sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan.
  6. Terwujudnya jejaring kerja sama nasional dan internasional guna memperkuat daya saing lulusan serta memperluas implementasi inovasi berbasis kewirausahaan di bidang industri kreatif.

Nilai_dasar
  1. Tangguh: memiliki daya juang, ketahanan profesional, dan kemampuan menghadapi dinamika industri kreatif global dengan integritas dan etika akademik.
  2. Adaptif: Mampu merespons perkembangan teknologi, pasar, dan perubahan sosial budaya melalui pendekatan interdisipliner.
  3. Inovatif: Menghasilkan gagasan, model, produk, dan sistem kreatif berbasis riset terapan yang memiliki nilai tambah budaya dan ekonomi.
  4. Berbasis Kewirausahaan: Mengintegrasikan pola pikir bisnis, keberlanjutan, dan penciptaan nilai dalam setiap proses akademik dan riset.
  5. Kolaboratif Interdisipliner: Mengembangkan sinergi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas kreatif di tingkat nasional dan Asia.

Capaian Lulusan Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya
CPL-1 Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-2 Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

CPL-3 Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

CPL-4 Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

CPL-5 Menguasai teori dan konsep dasar inovasi dalam industri kreatif, serta penerapan riset terapan dan teknologi digital untuk mengembangkan produk kreatif yang adaptif, berbasis kearifan budaya lokal, dan memiliki daya saing global.

CPL-6 Menguasai teori dan konsep manajemen industri kreatif, termasuk pengelolaan proyek, sumber daya manusia, dan keuangan, serta memahami strategi kewirausahaan dan pemasaran digital untuk menciptakan keberlanjutan dan daya saing dalam industri kreatif
Dibebankan pada matakuliah:

CPL-7 Mampu merancang dan mengimplementasikan inovasi produk kreatif dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan budaya lokal, serta menciptakan solusi kreatif yang dapat bersaing di pasar global dengan pendekatan berbasis riset terapan

CPL-8 Mampu mengelola dan memimpin proyek industri kreatif dengan pendekatan interdisipliner yang inovatif, serta merancang dan mengimplementasikan strategi kewirausahaan dan pemasaran digital untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing global dalam industri kreatif
Dibebankan pada matakuliah:

Profil Lulusan Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya
  • Inovator Produk Kreatif

    Mampu mengembangkan ide, konsep, dan desain produk atau jasa kreatif berbasis riset, tren, budaya, dan teknologi terkini. Lulusan memiliki keterampilan dalam menciptakan inovasi yang orisinal, estetis, fungsional, serta berdaya saing global, dengan tetap mengedepankan nilai keberlanjutan dan relevansi terhadap kebutuhan pasar.

  • Manajer Industri Kreatif

    Mampu merancang strategi bisnis, mengelola proyek kreatif lintas disiplin, serta mengintegrasikan inovasi, teknologi, dan budaya dalam pengembangan industri kreatif. Lulusan mampu memimpin tim, mengelola sumber daya, serta mengambil keputusan strategis berbasis riset pasar, regulasi, dan tren global. 


Struktur Kurikulum S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya

S2 Terapan Industri Kreatif

Semester ke 1

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
6013503021 AI DAN TEKNOLOGI INDUSTRI KREATIF 3.00
6013503024 BRANDING DAN KOMUNIKASI VISUAL 3.00
6013503005 BUDAYA DAN EKONOMI KREATIF 3.00
6013503015 FASHION AND CRAFT 3.00
6013502001 FILSAFAT SENI DAN DESAIN 2.00
6013503004 KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN KONTEN DIGITAL 2.00
6013503003 METODOLOGI RISET TERAPAN 3.00
6013503016 MULTIMEDIA KREATIF 3.00
6013503002 PENGEMBANGAN IDE KREATIF 3.00
6013503017 SENI KULINER 3.00
6013503006 TREN DAN TEKNOLOGI INDUSTRI KREATIF 3.00

Semester ke 2

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
6013502031 CREATIVE LEADERSHIP DAN NEGOSIASI 2.00
6013504019 FASHION DAN WASTRA BERKELANJUTAN 4.00
6013504026 FILM, ANIMASI DAN MEDIA DIGITAL 4.00
6013504027 INDUSTRI MUSIK DAN HIBURAN 4.00
6013504020 INOVASI SENI KULINER 4.00
1000004187 INTERNSHIP 4.00
6013503010 KEWIRAUSAHAAN INDUSTRI KREATIF 3.00
6013503012 MANAJEMEN PEMASARAN DIGITAL 3.00
6013503018 MANAJEMEN SENI DAN FESTIVAL BUDAYA 3.00
6013504023 PROYEK DESAIN KREATIF 4.00
6013504030 TATA KELOLA PARIWISATA DAN INDUSTRI KREATIF 4.00

Semester ke 3

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
1000003188 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN/PRAPENELITIAN/DESAIN PROTOTIPE 3.00
1000003185 PROPOSAL TUGAS AKHIR 3.00
1000004186 PUBLIKASI 4.00
1000002166 SEMINAR HASIL PENELITIAN 3.00

Semester ke 4

Kode Mata Kuliah SKS Wajib?
1000007108 TUGAS AKHIR 7.00
Evaluasi Kurikulum Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya

Prodi baru belum dilaksanakan evaluasi dan tracer study

Rekap CPL Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya
Nama Matakuliah Sks Capaian Lulusan (CPL) Total
CPL1CPL2CPL3CPL4CPL5CPL6CPL7CPL8
Filsafat Seni dan Desain 2 40% 60% 100 %
Pengembangan Ide Kreatif 3 12.5% 29.17% 25% 12.5% 20.83% 100 %
Metodologi Riset Terapan 3 19.05% 57.14% 23.81% 100 %
Komunikasi dan Pengembangan Konten Digital 2 40% 20% 40% 100 %
Budaya dan Ekonomi Kreatif 3 16.67% 33.33% 50% 100 %
Tren dan Teknologi Industri Kreatif 3 20% 60% 20% 100 %
Fashion and Craft Project 1 3 20% 20% 60% 100 %
Creative Multimedia Project 1 3 58.33% 25% 16.67% 100 %
FASHION AND CRAFT 3 20% 20% 60% 100 %
Manajemen Pemasaran Digital 3 17.65% 5.88% 47.06% 29.41% 100 %
Multimedia Kreatif 3 23.53% 35.29% 41.18% 100 %
Seni Kuliner 3 20% 20% 20% 40% 100 %
AI dan Teknologi Industri Kreatif 3 20% 40% 20% 20% 100 %
Manajemen Seni dan Festival Budaya 3 16.67% 33.33% 50% 100 %
Branding dan Komunikasi Visual 3 40% 40% 20% 100 %
Landasan Perancangan Kurikulum Program Studi S2 Industri Kreatif
Universitas Negeri Surabaya
  1. Filosofis

Landasan filosofis merupakan asumsi atau rumusan yang didapatkan dari hasil berpikir secara mendalam, analitis, logis, dan sistematis dalam perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan kurikulum. Landasan filosofis pengembangan kurikulum lembaga pendidikan merupakan landasan yang berdasarkan filsafat terkait makna atau hakikat pendidikan. Beberapa filosofi dalam pengembangan kurikulum di antaranya perenialisme, esensialisme, eksperimentalisme, rekonstruksionisme, romantik naturalisme dan eksistensialisme perlu diakomodasi untuk menunjang pencapaian visi dan misi. Pengembangan kurikulum UNESA menganut filosofi eklektik, yaitu memperhatikan kelebihan dari landasan filosofi-filosofi yang sesuai (Akinsanya, 2014) untuk pencapaian visi UNESA sebagai universitas kependidikan yang tangguh, adaptif, dan inovatif yang berbasis kewirausahaan.

2. Sosiologis

Landasan sosiologis mengarahkan kajian pengembangan kurikulum dikaitkan dengan kondisi dan kebudayaan masyarakat setempat. Landasan ini digunakan karena mahasiswa berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan dalam lingkungan masyarakat, dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Perubahan dan perkembangan nilai yang ada di masyarakat akan mempengaruhi tatanan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, kurikulum harus dapat menjawab tantangan, tuntutan, dan perkembangan masyarakat baik lokal maupun global sebagai sasaran pengguna lulusan yang dihasilkan dari kurikulum yang dikembangkan. 

Sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia, kurikulum UNESA dikembangkan berdasarkan kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang berdasarkan Pancasila dengan pengamalan nilai yang terkandung di dalamnya. Indonesia juga merupakan bangsa yang besar dengan kemajemukan budaya, maka kurikulum ini perlu mengakomodasi hal tersebut untuk memperkuat budaya nasional. Perkembangan budaya dengan kearifan lokal tempat UNESA tumbuh dan berkembang menjadi ciri khas yang menampilkan karakteristik UNESA sebagai bagian dari kemajemukan masyarakat Indonesia yang luas. Di samping itu, kurikulum UNESA juga mempertimbangkan perkembangan masyarakat global sehingga para lulusannya diharapkan mampu untuk berkolaborasi dan berkompetisi di level internasional.

3. Psikologis

Landasan psikologis adalah landasan berdasarkan kondisi karakteristik manusia sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku baik kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungannnya. Aspek psikologis peserta didik berpengaruh terhadap proses pembelajaran (Slavin, 2006). Mengingat pentingnya aspek psikologis, pengembangan kurikulum perlu mengakomodasi kondisi peserta didik agar pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Mahasiswa UNESA secara psikologis berada pada tahap berpikir formal, tahap perkembangan moral yang pada umumnya telah mencapai pascakonvensional (Kohlberg & Gilligan, 2014), dan tahap perkembangan sosial yang telah mencapai usia remaja dengan karakteristik yang khas. Untuk itu, kurikulum UNESA yang dikembangkan perlu memperhatikan tahap-tahap perkembangan psikologi mahasiswa. Di samping itu, mahasiswa merupakan individu yang berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis sesuai dengan karakteristik dan tingkat kematangannya. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum UNESA perlu mencermati dinamika perkembangan tersebut untuk menghasilkan kurikulum yang membuat mahasiswa merasa nyaman dan terlayani untuk memperoleh hasil yang maksimal. Hal tersebut dapat diakomodasikan dalam bentuk implementasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan yakni pendalaman ilmu sebagai penguatan keilmuan dan kebebasan cara belajar sebagai bentuk penghargaan humanisasi dan demokratisasi belajar.

Melalui pendekatan pembelajaran heutagogy dan seamless learning, pengembangan kurikulum di UNESA akan dapat mendorong mahasiswa sebagai pebelajar dewasa yang bertanggungjawab secara mandiri terhadap proses pembelajaran yang dilakukan tanpa adanya pembatasan-pembatasan terhadap subjek, ruang dan waktu belajar melalui pemanfaatan transformasi digital sehingga mampu melaksanakan pembelajaran sepanjang hayat secara berkelanjutan.

4. Historis

Secara historis, pengembangan kurikulum UNESA berjalan searah dengan pengembangan lembaga yang diawali dari kursus guru B-I dan B-II pada tahun 1950-an, yang selanjutnya berkembang menjadi Akademi Pendidikan Guru hingga FKIP dan IKIP Surabaya. Pada perkembangan selanjutnya IKIP Surabaya berubah menjadi universitas sebagai perluasan mandat untuk mengembangkan program nonkependidikan di samping program kependidikan yang telah lama dilakukan. Dengan demikian pengembangan kurikulum dilakukan pula mengikuti proses tersebut seiring dengan peraturan dan perundangan yang berlaku saat itu. 

Kurikulum di UNESA mengalami perkembangan yang cukup dinamis. Perkembangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku saat pengembangan kurikulum dilakukan. Misalnya ketika berlaku kurikulum bersifat nasional yang ditentukan oleh konsorsium pendidikan, kurikulum yang dihasilkan belum mengarah pada pencapaian visi dan misi UNESA. Ketika peraturan tentang pengembangan kurikulum berlaku, maka kurikulum mulai ditata sesuai dengan arah dan prosedur yang benar.

Berdasarkan landasan historis tersebut, proses pengembangan kurikulum perlu memperhatikan berbagai macam kelebihan dan kelemahan serta karakteristik kurikulum yang pernah dihasilkan dan dipergunakan. Hal ini perlu dijadikan landasan untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik dengan memperhatikan kondisi dan peraturan yang berlaku.

5. Yuridis

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada landasan hukum yang berlaku agar kurikulum yang dihasilkan memiliki keabsahan untuk diberlakukan. Daftar acuan landasan hukum dalam pengembangan kurikulum UNESA. Berdasarkan uraian di atas, kurikulum di UNESA dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek-aspek, meliputi: visi, misi, dan tujuan UNESA, isu-isu terkait pengembangan sumber daya manusia dan perkembangan IPTEKS, serta landasan filosofis, sosiologis, psikologis, historis, dan yuridis. Secara visual, pengembangan kurikulum di UNESA.