Mata kuliah ini mengajarkan bagaimana melakukan bisnis online dan bagaimana mengelola masalah teknologi yang terkait dengan pembangunan situs web perdagangan elektronik. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana penerapan teknologi dapat melibatkan pemegang kartu, pedagang, penerbit, gateway pembayaran, dan pihak lain dalam transaksi elektronik. Mata kuliah ini menyajikan konsep dan keterampilan untuk penggunaan strategis e-commerce dan teknologi informasi terkait dari tiga perspektif: bisnis ke konsumen (B2C), bisnis-ke-bisnis (B2B), dan intra-organisasi dan peran e-commerce dalam mengubah struktur seluruh industri, dan bagaimana pengaruhnya terhadap proses bisnis termasuk transaksi elektronik, rantai pasokan, pengambilan keputusan dan kinerja organisasi. Mata kuliah E-Commerce juga mengakomodasi prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan kompetensi transformasi digital, inovasi bisnis, kewirausahaan, inklusi ekonomi, dan tata kelola perdagangan elektronik yang bertanggung jawab. Mata kuliah ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi digital, kompetensi teknologi informasi, dan keterampilan kewirausahaan digital mahasiswa. Penguasaan model bisnis B2C, B2B, dan intra-organizational e-commerce mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan membekali mahasiswa kemampuan untuk mengembangkan bisnis digital, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Pembelajaran mengenai pembangunan situs e-commerce, sistem pembayaran elektronik, payment gateway, integrasi teknologi, serta transformasi proses bisnis secara langsung mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi dan infrastruktur ekonomi digital. Pemanfaatan e-commerce untuk memperluas akses pasar bagi berbagai kelompok pelaku usaha juga berkontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penguatan inklusi ekonomi dan pengurangan hambatan geografis dalam perdagangan. Selanjutnya, pembahasan mengenai rantai pasok, efisiensi proses bisnis, distribusi, dan dampak perdagangan digital dapat diarahkan untuk mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui praktik produksi, distribusi, dan konsumsi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Aspek transaksi elektronik, keamanan, privasi, perlindungan konsumen, transparansi, dan kepercayaan digital mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), sedangkan keterlibatan berbagai aktor dalam ekosistem pembayaran dan perdagangan digital mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals). Dengan demikian, mata kuliah ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan dan mengelola bisnis online, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai bagaimana teknologi digital dapat menciptakan nilai ekonomi yang inklusif, inovatif, aman, dan berkelanjutan.