Mata kuliah Pendidikan Nonformal Perbandingan merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis-kritis terhadap berbagai sistem, kebijakan, dan praktik PNF di seluruh dunia. Fokus utama mata kuliah ini adalah memahami bagaimana konteks sosial, ekonomi, politik, dan budaya membentuk wajah pendidikan nonformal di negara-negara dengan tingkat kesejahteraan yang berbeda—mulai dari negara maju, berkembang, hingga negara kategori tertinggal (miskin).
Mahasiswa akan diajak mengeksplorasi metodologi studi perbandingan, mulai dari pendekatan historis hingga fungsional, untuk membedah fenomena pendidikan di berbagai belahan bumi. Di Negara Maju, fokus diarahkan pada lifelong learning, literasi digital tingkat tinggi, dan upskilling tenaga kerja. Di Negara Berkembang, perhatian diberikan pada isu pemerataan akses, pemberdayaan ekonomi, dan pengentasan buta aksara fungsional. Sementara di Negara Miskin, pembahasan menekankan pada pendidikan dasar darurat, peran bantuan internasional, dan survival skills.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa akan membandingkan model-model PNF seperti Folk High Schools di Skandinavia, sistem Dual Education di Jerman, gerakan literasi di Amerika Latin, hingga praktik Indigenous Education di Afrika dan Asia Pasifik. Output akhir dari perkuliahan ini adalah kemampuan mahasiswa untuk melakukan sintesis dan memberikan rekomendasi inovatif bagi pengembangan PNF di Indonesia berdasarkan praktik terbaik (best practices) global. Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar meniru, melainkan melakukan adaptasi kreatif yang relevan dengan kearifan lokal (lokalitas) Indonesia dalam kerangka kompetensi global.